BantenCorner.Com- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Serang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan dana hibah yang diikuti oleh 58 Cabang Olahraga (Cabor) dan 29 Koordinator Kecamatan (Korcab) pada Selasa, 17 Desember 2024.
Agus Irawan, Ketua KONI Kabupaten Serang, menjelaskan bahwa LPJ merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan program, baik untuk Cabor maupun internal KONI.
“LPJ itu sesuatu yang penting sekali, hal melaksanakan program-program laporan yang ada di Cabor ataupun di KONI itu sendiri,” ungkapnya.
Agus menekankan bahwa KONI Kabupaten Serang tidak hanya ingin sukses dalam pelaksanaan program-programnya, tetapi juga dalam pelaporan yang akurat.
“Kita, KONI Kabupaten Serang, sukses di perencanaan, sukses di pelaksanaan, sukses juga di pelaporan,” tambahnya.
Selain itu, ia juga memberikan penekanan, khususnya kepada Cabor dalam pelaksanaan LPJ agar laporan yang disusun sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan di lapangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya ketidaksesuaian antara kegiatan dan laporan.
“Penekanannya terutama di Cabor. Kita harus sesuai dengan kegiatan yang kita laksanakan. Jangan dilaksanakan di lapangan berbeda dengan laporan. Contohnya, di lapangan kita melaksanakan perlombaan sepak bola, tapi dalam laporan malah tertulis catur,” tangkasnya.
Bimtek ini bertujuan untuk mengingatkan kembali dan meningkatkan wawasan serta pemahaman pengurus Cabor dalam menyusun laporan yang benar dan akurat. Untuk itu, KONI menghadirkan berbagai instansi terkait sebagai pemateri, di antaranya Bappeda, Inspektorat, dan Kejaksaan Negeri (Kejari).
“Adanya Bapeda, Inspektorat dan Kejari itu Untuk memberi wawasan, kepada cabor dan kita juga Koni , jangan sampe kita salah dalam melaksanakan kegiatan, ataupun pelaporan, kita tidak mau ada hal2 yg tidak di inginkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus juga menghimbau kepada seluruh Cabor agar tidak menyalahgunakan anggaran yang diberikan oleh pemerintah, mengingat dana tersebut merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Jadi, jangan menyalahgunakan anggaran yang sudah dibantu pemerintah untuk kita, terutama olahraga,” pungkasnya.***




