BantenCorner – Kalau ngomongin sejarah Banten, pasti nggak jauh dari kesultanan yang megah dan punya peran besar dalam perjalanan bangsa ini. Salah satu peninggalan yang paling ikonik adalah Benteng Speelwijk.

Nggak cuma jadi saksi bisu kolonialisme, benteng ini juga menyimpan cerita heroik tentang perlawanan rakyat Banten melawan penjajahan. Tapi, tahu nggak sih, di balik tembok tua itu, ada cerita menarik yang jarang diangkat?

Nah, benteng yang sekarang jadi destinasi wisata ini dulunya pusat pertahanan kolonial Belanda di Banten. Ironisnya, benteng yang dibangun pada abad ke-17 itu berdiri di tengah panasnya konflik antara Kesultanan Banten dan VOC.

Jadi, selain megah, benteng ini juga jadi simbol perjuangan dan pengkhianatan sejarah yang nggak boleh dilupakan.

Sejarah Singkat Benteng Speelwijk

Benteng Speelwijk dibangun sekitar tahun 1682 atas perintah Gubernur Jenderal Cornelis Speelman, makanya namanya diambil dari dia. Lokasinya strategis banget, dekat dengan Pelabuhan Karangantu, yang pada masa itu jadi pelabuhan tersibuk di Banten.

Belanda membangun benteng ini untuk mengamankan jalur perdagangan mereka, sekaligus sebagai alat kontrol terhadap Kesultanan Banten.

Tapi, jangan salah. Benteng ini nggak langsung berdiri tanpa konflik. Sebelum benteng ini dibangun, Kesultanan Banten sudah dikenal sebagai kekuatan maritim yang besar.

Sayangnya, perselisihan internal di tubuh kesultanan dimanfaatkan Belanda buat masuk dan memperkuat posisinya di Banten. Jadi, selain fisik benteng yang kokoh, ada intrik politik yang bikin pembangunan ini jadi mungkin.

Benteng yang Jadi Saksi Perlawanan

Benteng Speelwijk bukan cuma simbol kekuatan Belanda, tapi juga saksi perlawanan sengit rakyat Banten. Salah satu momen paling penting adalah ketika rakyat Banten, di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa, mencoba merebut kembali kendali atas wilayahnya.

Sultan Ageng bahkan sempat membangun aliansi dengan kerajaan lain untuk melawan kolonialisme Belanda. Sayangnya, pengkhianatan dari dalam kesultanan sendiri membuat perjuangan ini nggak berjalan mulus.

Meski begitu, semangat perlawanan nggak pernah mati. Bahkan setelah Kesultanan Banten jatuh, rakyat tetap melakukan perlawanan kecil-kecilan terhadap Belanda.

Benteng Speelwijk pun jadi simbol pertarungan antara kekuasaan asing dan perjuangan rakyat lokal.

Jejak Benteng Speelwijk Sekarang

Kalau kamu berkunjung ke Benteng Speelwijk hari ini, kamu bakal melihat reruntuhan yang masih kokoh, meski usianya udah ratusan tahun.

Di sekitar benteng, ada makam-makam Belanda yang dulu berjasa buat VOC. Tapi suasana di sana bukan cuma tentang masa lalu kolonial, ada juga cerita mistis yang bikin merinding.

Katanya, ada beberapa pengunjung yang pernah merasakan kehadiran “penjaga” benteng yang nggak kasatmata.

Entah itu cuma sugesti atau emang beneran, sensasi jalan-jalan di benteng ini bakal bikin kamu merasa terhubung langsung dengan masa lalu.

Pelajaran dari Benteng Speelwijk

Benteng Speelwijk nggak cuma soal batu bata tua atau sisa-sisa kolonialisme. Ini adalah pengingat bahwa perjuangan rakyat Indonesia nggak pernah mudah.

Di balik kejayaan dan keruntuhan Kesultanan Banten, ada pelajaran berharga tentang persatuan dan bahaya pengkhianatan.

Buat generasi sekarang, berkunjung ke Benteng Speelwijk bisa jadi cara seru buat belajar sejarah tanpa harus duduk diam di kelas.

Sambil menikmati keindahan bangunan tua ini, kita juga bisa mengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang para pendahulu kita.

Jelajahi sejarah Benteng Speelwijk, simbol perlawanan Kesultanan Banten terhadap kolonialisme Belanda, lengkap dengan cerita mistisnya.***

Leave A Reply

Exit mobile version