Bantencorner – Kabar menyedihkan baru saja diterima Trader asal Indonesia bernama Amattudin. Dia diduga menjadi korban broker Exness yang kini mengalami kerugian besar.
• Amattudin membagikan kisah perjalanan dan awal mula kronologi kasus ini
Tiga bulan lalu, saya, Amattudin, memulai perjalanan di dunia trading dengan mimpi sederhana meraih penghasilan tambahan untuk masa depan yang lebih cerah.
Seorang rekan kerja, yang telah lebih dulu
menyelami dunia ini, memperkenalkan saya pada Exness sebuah broker yang ia puji sebagai jujur dan
terpercaya.
Testimoninya yang meyakinkan membangkitkan harapan besar dalam diri saya. Saya percaya
Exness akan menjadi mitra setia dalam mewujudkan impian saya. Namun, apa yang saya alami justru sebuah pengkhianatan yang menghancurkan, penuh kerugian, kebohongan, dan ketidakadilan yang tak terbayangkan.
• Awal yang Penuh Harapan Berakhir dalam Kehancuran
Selama tiga bulan, saya mencurahkan waktu, tenaga, dan harapan ke dalam trading. Namun, kurangnya
pengalaman membuat saya terpuruk dalam kerugian besar lebih dari $6.042. Hati saya hancur, tetapi saya menerima kekalahan ini sebagai pelajaran pahit.
Dengan tekad bulat, saya memutuskan untuk berhenti tanpa menyalahkan siapa pun, siap menutup lembaran kelam ini.
Namun, sebuah email pada 6 Mei 2025 mengguncang dunia saya dan memicu perjuangan panjang melawan ketidaktransparanan Exness.
• Kecurigaan yang Lahir dari Sebuah Email
Pada 6 Mei 2025 pukul 09:50, saya menerima email Daily Confirmation dari Exness yang menunjukkan saldo tersisa $50.59. Ini membingungkan, karena saya yakin akun saya telah kosong.
Dengan harapan mendapat jawaban, saya menghubungi tim dukungan Exness, melampirkan email sebagai bukti (Bukti 2).
Namun, respons mereka pada pukul 14:39 (Bukti 3) bagai tamparan mereka meminta Order ID yang sudah saya sampaikan, memperlakukan kekhawatiran saya dengan sikap dingin dan tidak profesional.
Frustrasi, saya mengirim email lagi (Bukti 4), hanya untuk menerima jawaban yang lebih mengejutkan margin akun saya diklaim minus -2.36%, menyebabkan stop-out.
Kasus ditutup sepihak dengan nomor tiket 12059849, meninggalkan saya dalam kebingungan (Bukti 5).
• Kebingungan yang Makin Membelit
Keesokan harinya, 7 Mei pukul 08:31, email Daily Confirmation kembali muncul (Bukti 6), memperdalam keheranan saya. Mengapa email ini terus dikirim? Dalam keputusasaan dan kemarahan, saya mengirim email protes, menyuarakan frustrasi saya (Bukti 6.1).
Respons Exness (Bukti 7 dan 7.1) justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan, tanpa menyentuh inti masalah. Bertekad mencari keadilan, saya melaporkan masalah ini ke Financial Commission dan mengirim email terperinci pada pukul 13:41, melampirkan laporan konfirmasi harian serta riwayat trading dari aplikasi Exness (Bukti 9).
Mikhail dari Exness merespons (Bukti 10), tetapi
jawabannya samar dan tidak memuaskan. Saya terus mengejar kejelasan, mengirim dua email pada pukul 15:49 dan 15:56, menegaskan bahwa transaksi terakhir seharusnya menyisakan $45.94, bukan nol (Bukti 11 dan 11.1).
Mikhail menjawab pada pukul 15:44 (Bukti 12), diikuti Jeckson pada 8 Mei pukul 01:25 (Bukti 13.1), dan Jennie pukul 01:44 (Bukti13.2). Jennie akhirnya memberi secercah penerangan: komisi $5.5 per lot dikenakan, menjadi $11 untuk transaksi bolak-balik. Komisi ini, katanya, menghabiskan saldo saya. Namun, penjelasan ini bukanlah solusi melainkan awal dari pengungkapan kebenaran yang lebih kelam.
• Kebenaran yang Menyakitkan: Komisi Tersembunyi
Saat memeriksa transaksi terakhir, saya menemukan potongan komisi sebesar $16 (Bukti 11). Ini
mengejutkan, karena saya membuka akun Zero yang diiklankan dengan komisi hanya $0.05 (Bukti 15).
Pada 8 Mei pukul 05:12 dan 05:41, saya mengirim email kepada Jennie dan Jeckson, melampirkan tangkapan layar iklan akun Zero dan menuntut penjelasan atas ketidaksesuaian ini (Bukti 14 dan 14.1).
Balasan Krystal pada pukul 08:32 bagai petir di siang bolong: dengan huruf tebal, ia menyatakan, “Komisinya dimulai dari nominal tersebut dan bukan menyatakan bahwa komisinya hanya 0,05 USD” (Bukti 16).
Saya terpaku. Bagaimana mungkin biaya sekrusial ini disembunyikan dari saya? Informasi ini terkubur dalam cetakan kecil yang tak pernah ditunjukkan saat saya membuka akun.
Saya membalas, memohon transparansi
dan menegaskan bahwa tautan yang diberikan Krystal baru saya ketahui saat itu (Bukti 17). Namun, respons dari Charlie (Bukti 18) dan Bona (Bukti 18.1) pada 8 Mei hanya menambah kebingungan.
Bona mengklaim komisi $8 per arah (total $16 per lot), tetapi saat saya memeriksa tautan yang mereka kirim, saya tak menemukan informasi tersebut (Bukti 19). Bagi trader pemula seperti saya, ini terasa seperti jebakan yang dirancang untuk menyesatkan.
• Perjuangan untuk Kebenaran
Marah atas sikap Exness yang menghindar, saya mengambil langkah tegas. Pada 8 Mei pukul 10:00, saya mengirim keluhan resmi ke Cyprus Securities and Exchange Commission (CySEC), menyalin tim Exness, menuduh mereka melakukan iklan menyesatkan—pelanggaran serius yang menuntut penyelidikan (Bukti 20).
Respons Jeckson pada pukul 16:36 (Bukti 21) kembali mengelak, mengabaikan inti keluhan saya.
Kemudian, saya menemukan bukti kuat: sebuah rekaman video yang membuktikan bahwa spesifikasi kontrak tidak dapat diakses saat saya membuka akun (Bukti 22).
Berbekal bukti ini, saya mengirim email pada 9 Mei
pukul 07:21 (Bukti 22) dan keluhan resmi pada pukul 09:45, disalin ke CySEC dan Financial Conduct Authority (FCA) Inggris, menuduh Exness melakukan Advertising and Unfair Trading Practices (Bukti 23). Saya menuntut tindakan segera atas praktik mereka yang tidak jujur.
• Tembok Penolakan yang Tak Tembus
Balasan Bona pada 9 Mei pukul 14:02 (Bukti 24) mengklaim Exness transparan, melampirkan tautan yang dengan nyaman mengabaikan komisi $16. Saya membalas pada pukul 15:22, menegaskan tuduhan saya dengan tembusan ke CySEC dan FCA (Bukti 25).
Namun, respons Jeckson pada pukul 18:08 (Bukti 26) adalah pukulan telak: pesan dingin yang menyatakan penyesalan dan menyatakan keputusan mereka final, merujuk pada email sebelumnya.
Dengan hati penuh kekecewaan, saya membalas pada 10 Mei pukul 08:39 (Bukti 27), tetapi respons Amy pada 12 Mei pukul 01:44 (Bukti 28) hanya memperdalam luka saya.
• Somasi Hukum: Seruan Terakhir untuk Keadilan
Dengan kepercayaan saya pada Exness hancur dan kerugian finansial diperparah oleh praktik menyesatkan mereka, saya mengeluarkan surat somasi resmi (Bukti 29).
Ini bukan sekadar kisah pribadi ini adalah peringatan keras bagi setiap trader yang memimpikan masa depan lebih baik.
Di balik janji manis Exness tersembunyi jaringan biaya tak terduga dan respons yang menghindar, meninggalkan saya merangkai puing-
puing harapan yang telah mereka hancurkan.
Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menyoroti ketidakadilan ini dan meminta pertanggungjawaban Exness atas praktik predator mereka.
Dunia harus tahu bahwa di balik citra broker terpercaya, Exness telah mengkhianati kepercayaan trader pemula seperti saya.
Catatan;
• Kronologi ini disusun berdasarkan bukti sah dan tidak mengubah fakta yang terjadi.
• Tujuannya adalah mengungkap ketidaktransparanan dan praktik meragukan yang dialami trader pemula.
• Semua langkah diambil demi akuntabilitas dan keadilan bagi saya yang menjadi korban.*





1 Komentar
Sama bang saya juga ketipu