BANTENCORNER.COM – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melalui Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 91 berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten berhasil menciptakan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah. Mereka menggelar edukasi dan demonstrasi alat pembakaran sampah minim asap di Desa Cerukcuk, Kabupaten Serang, Banten pada Selasa, 05 Agustus 2025. Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah.
Program edukasi yang bertajuk “Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan” ini diikuti puluhan warga Desa Cerukcuk. Selain memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar, KKM 91 UNIBA juga memperkenalkan teknologi tepat guna berupa alat pembakaran sampah yang ramah lingkungan. Inovasi ini dirancang untuk mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah konvensional.
Perwakilan DLHK Provinsi Banten menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Mereka menilai inisiatif mahasiswa UNIBA sangat positif dan sejalan dengan program pemerintah.
“Pengelolaan sampah yang baik dimulai dari kesadaran masyarakat untuk memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah,” ujar perwakilan DLHK Provinsi Banten.
Anang Yudi Cahyono S.Hut, narasumber dari DLHK, memberikan pujian atas inovasi yang dihasilkan mahasiswa. Ia menilai alat pembakaran sampah minim asap ini sebagai solusi nyata dan berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM 91 UNIBA yang tidak hanya memberikan edukasi, tapi juga menghadirkan solusi nyata berupa alat pembakaran sampah yang minim asap. Ini sejalan dengan semangat pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ungkap Anang.
Pada kesempatan yang sama, koordinator KKM 91 UNIBA, M. Afip Mustakim, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Mereka berharap alat pembakaran sampah ini dapat digunakan secara berkelanjutan oleh warga Desa Cerukcuk.
“Kami berharap alat pembakaran ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga. Kami juga berkomitmen untuk terus mendorong edukasi lingkungan demi menciptakan desa yang bersih dan sehat serta dapat memberikan dampak positif jangka panjang,” kata Afip.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara warga dan narasumber. Respon positif dari masyarakat menunjukkan antusiasme mereka terhadap program ini dan harapan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala. Keberhasilan program ini menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan lestari.**




