BANTENCORNER – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten terus memperkuat peran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Lingkungan sebagai salah satu sumber potensial Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui optimalisasi layanan pengujian dan pengawasan kualitas lingkungan, laboratorium ini diproyeksikan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kas daerah pada tahun 2025.

Kepala Laboratorium lingkungan DLHK Provinsi Banten, Slamet Pudja Rahardjo menjelaskan bahwa selama ini laboratorium lingkungan lebih banyak berfokus pada fungsi pelayanan teknis pemeriksaan kualitas air, udara, dan tanah. Namun kini, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan dunia usaha terhadap pentingnya kepatuhan lingkungan, peluang peningkatan pendapatan dari sektor retribusi jasa laboratorium terbuka lebar.

“Permintaan uji laboratorium meningkat tajam, baik dari industri, pemerintah kabupaten/kota, maupun masyarakat. Ini menjadi momentum untuk memperluas layanan dan meningkatkan efisiensi agar berdampak langsung pada PAD,” ujarnya.

Berdasarkan hasil proyeksi internal DLHK, total potensi retribusi yang dapat dihimpun dari layanan laboratorium pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp1,6 miliar, berasal dari pengujian parameter lingkungan, kewajiban monitoring 49 perusahaan aktif, serta pengajuan permintaan baru hingga akhir Oktober.

Tak hanya meningkatkan pendapatan, penguatan laboratorium juga diharapkan mampu memperkuat fungsi pengendalian lingkungan di Banten. Melalui penerapan sistem layanan berbasis digital dan peningkatan kapasitas SDM analis lingkungan, DLHK menargetkan laboratorium mampu memberikan hasil uji yang lebih cepat, akurat, dan terverifikasi.

“Ini bukan hanya soal PAD, tetapi juga upaya membangun tata kelola lingkungan yang transparan dan akuntabel. Jika data kualitas lingkungan tersedia dengan baik, maka pengambilan kebijakan pengendalian pencemaran dapat lebih tepat sasaran,” jelas Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan.

Sejalan dengan visi “Banten Bersih dan Berkelanjutan”, laboratorium DLHK akan terus berbenah, baik dari sisi pelayanan, peralatan, maupun akreditasi. Kolaborasi dengan dunia industri, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar laboratorium tidak hanya menjadi pusat layanan uji, tetapi juga pusat pembelajaran dan inovasi lingkungan hidup.

Dengan langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Banten optimistis laboratorium lingkungan akan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan PAD, sekaligus memperkuat komitmen daerah menuju pembangunan hijau yang adaptif dan berkelanjutan.

Leave A Reply

Exit mobile version