BANTENCORNER.COM – Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Banten menyerukan pentingnya kebijaksanaan dan tanggung jawab generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. Ketua LBH PW GP Ansor Banten, Abdul Rojak, menegaskan bahwa pemuda masa kini harus mampu menjadi teladan dalam berperilaku, bergaul, dan bermedia sosial.
Menurut Abdul Rojak, semangat Sumpah Pemuda bukan hanya tentang persatuan, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda berkontribusi positif bagi bangsa dan agama.
“Para pemuda harus lebih bijak dalam bergaul dan memilih lingkungan pertemanan, agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Sudah saatnya generasi muda memberikan kontribusi nyata bagi agama dan bangsa melalui tindakan positif dan kreatif. Selain itu, bijaklah dalam bermedia sosial gunakan ruang digital untuk menyebarkan kebaikan, bukan sebaliknya, agar terhindar dari pelanggaran hukum seperti UU ITE.,” ungkapnya pada Selasa, 28 Oktober 2025, saat diwawancarai jurnalis
Ia menjelaskan, maraknya kasus penyalahgunaan narkoba dan pelanggaran etika di media sosial menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Oleh karena itu, menurutnya, perlu adanya kontrol diri dan kesadaran hukum agar pemuda tidak terseret dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
LBH Ansor Banten selama ini aktif memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, khususnya di kalangan pelajar, santri, dan pemuda. Kegiatan ini dilakukan untuk membangun kesadaran hukum sejak dini, termasuk pemahaman tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang kerap menjadi jebakan bagi pengguna media sosial yang tidak bijak.
“Banyak kasus yang sebenarnya bisa dihindari jika pemuda memahami aturan hukum dan etika digital. Jangan asal kirim, jangan asal unggah. Bijak di dunia maya itu bagian dari tanggung jawab moral dan hukum,” ujar Abdul Rojak.
Dalam konteks Sumpah Pemuda, ia menilai bahwa nilai-nilai nasionalisme dan tanggung jawab sosial harus terus dihidupkan. Pemuda, kata dia, bukan hanya harus bangga dengan identitasnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia, tapi juga harus menunjukkan sikap positif yang mencerminkan nilai keislaman dan kebangsaan.
Abdul Rojak juga menyoroti pentingnya lingkungan pergaulan yang sehat dan produktif. Menurutnya, banyak anak muda terjerumus dalam perilaku negatif karena salah memilih teman dan kurangnya pengawasan sosial.
“Pergaulan yang salah bisa menghancurkan masa depan. Maka penting bagi pemuda untuk mencari lingkungan yang membangun dan membawa kebaikan,” ujarnya mengingatkan.
Selain itu, ia mengajak para pemuda untuk tidak hanya fokus pada urusan pribadi, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Menurutnya, generasi muda yang ideal adalah mereka yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial.
“Kalau pemuda ingin bangsa ini maju, maka mulai dari diri sendiri. Jauhi narkoba, bijak bermedia sosial, dan perbanyak karya nyata. Itulah bentuk cinta tanah air di zaman sekarang,” tambahnya.
Abdul Rojak juga mengapresiasi berbagai program yang dijalankan oleh GP Ansor Banten dalam memperkuat kapasitas pemuda melalui pelatihan, advokasi, dan kegiatan sosial. Ia menegaskan bahwa LBH Ansor siap mendampingi generasi muda yang ingin belajar tentang hukum, perlindungan diri, dan etika bermedia.
Momentum Sumpah Pemuda, katanya, menjadi waktu yang tepat untuk refleksi bersama. Ia berharap agar seluruh pemuda Banten dapat menjadi generasi yang cerdas secara hukum, kuat secara moral, dan produktif secara sosial.
“Jangan sampai kita hanya memperingati Sumpah Pemuda dengan seremoni. Jadikan momen ini untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Dari Banten, kita tunjukkan pemuda yang bijak, berani, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
