BANTENCORNER.COM – Kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser digelar di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kampung Ciupas, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, pada hari Jum’at Sampai Minggu, 19 Sampai 21 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser di tingkat kecamatan.
Diklatsar Banser tersebut mengusung tema “Mencetak Kader Banser yang Berintegritas, Tangguh dan Siap Mengabdi”. Tema ini mencerminkan komitmen GP Ansor dalam menyiapkan kader-kader yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara ideologis dan sosial.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pagelaran, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa Diklatsar merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan karakter kader Banser. Menurutnya, Banser harus terus berkembang dan maju seiring tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kader Ansor dan Banser harus berkembang dan maju, mampu beradaptasi, namun tetap berpegang pada nilai-nilai ke-NU-an, kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Iwan Setiawan dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa Banser tidak hanya disiapkan untuk kepentingan organisasi, tetapi juga untuk kepentingan kemasyarakatan dan kenegaraan. Kehadiran Banser di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan nilai toleransi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pagelaran serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan lintas elemen terhadap penguatan kaderisasi kepemudaan berbasis nilai keagamaan dan kebangsaan.
Ketua Pelaksana Diklatsar Banser, Fazri Saripudin, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan ini meliputi santri, pemuda, serta pelajar tingkat SMA kelas tiga. Menurutnya, kelompok usia tersebut merupakan aset strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang berkarakter dan berjiwa pengabdian.
Fazri menambahkan, Diklatsar ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pembentukan mental dan disiplin bagi peserta. “Kami ingin membangun semangat kebersamaan agar cita-cita dan harapan para pemuda bisa kita wujudkan bersama-sama,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan luas dari pemuda dan tokoh-tokoh setempat. Dukungan tersebut menjadi energi positif bagi panitia dan peserta untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut Fazri, Diklatsar Banser bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses penting yang harus terus dilestarikan. Ia menilai kegiatan semacam ini perlu diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari tradisi kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Melihat pelaksanaannya, kegiatan ini sangat baik dan perlu kita jaga, kita lestarikan, dan kita wariskan ke generasi-generasi selanjutnya,” ungkapnya.
Melalui Diklatsar Banser ini, GP Ansor Kecamatan Pagelaran berharap lahir kader-kader yang siap terjun di tengah masyarakat, memiliki kepedulian sosial tinggi, serta mampu berperan aktif dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia juga mendokumentasikan seluruh proses Diklatsar dalam bentuk foto kegiatan. Sedikitnya tiga foto landscape disiapkan untuk menggambarkan suasana pelatihan, kebersamaan peserta, serta semangat kader Banser dalam mengikuti setiap materi yang diberikan.
