BANTENCORNER.COM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten mengamankan seorang pria berinisial TBN alias Abah Jempol, atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan dengan modus meloloskan seleksi calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Tokoh masyarakat berusia 53 tahun asal warga Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, diamankan petugas saat berada di gerbang Tol Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Rabu (14/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

“Penangkapan dilakukan setelah penyidik menerima laporan dari korban yang merasa dirugikan secara materiil hingga miliaran rupiah dalam tahapan seleksi Akpol,” kata Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, kepada awak media, Kamis, 15 Januari 2026.

Namun dalam ungkap kasus ini, tersangka tidak dimunculkan pada saat konferensi pers lantaran aturan baru yang tertuang dalam Pasal 91 KUHP, demi menjunjung asas praduga tak bersalah.

Dian mengatakan, pelaku menjanjikan kepada korban bernama Nuria Hartati (55), yang merupakan tetangganya, bahwa ia dapat membantu meluluskan anak korban dalam tahapan seleksi calon Taruna Akpol.

“Pelaku mengaku memiliki koneksi dan kemampuan untuk meluluskan anak korban dalam tahapan seleksi Akpol. Atas bujuk rayu tersebut, korban akhirnya percaya dan menyerahkan uang secara bertahap,” tuturnya.

Pelaku meminta uang dengan total mencapai satu miliar rupiah. Uang tersebut diserahkan korban dalam beberapa tahap, sesuai permintaan pelaku dengan dalih untuk biaya pengurusan dan kelancaran proses seleksi.

Namun, janji pelaku tidak terbukti. Anak korban dinyatakan tidak lulus dalam tahapan seleksi calon Taruna Akpol. Lantaran merasa telah ditipu, korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Banten.

“Setelah dilakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti, kami memastikan perbuatan pelaku mengandung unsur penipuan dan penggelapan. Saat ini pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Dian.

Dikatakan Dian, penyidik juga membuka kemungkinan adanya korban lain dan akan menjerat pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan pelaku.

Barang bukti yang diamankan antara lain dua lembar fotokopi legalisir rekening Bank Mandiri, satu lembar rekening koran Bank BNI, serta satu lembar kartu peserta seleksi calon Taruna Akpol atas nama SKH.

Dian Setyawan menegaskan bahwa proses seleksi Taruna Akpol dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari pungutan liar maupun praktik percaloan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Seleksi Taruna Akpol murni berdasarkan kemampuan dan prestasi peserta,” pintanya.

Leave A Reply

Exit mobile version