BANTENCORNER.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Tangerang Kota secara resmi menetapkan Habib Bahar Bin Smith sebagai tersangka dalam perkara dugaan persekusi terhadap seorang kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Kota Tangerang.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor B/43/I/RES.1.24/2026/Reskrim yang telah beredar di publik pada Sabtu, 31 Januari 2026. Dalam dokumen tersebut, penyidik menyatakan telah melaksanakan gelar perkara dan menaikkan status hukum Habib Bahar dari terlapor menjadi tersangka.
Sebelumnya, Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang, H. Midyani, secara tegas mendesak aparat kepolisian, khususnya Kapolres Metro Tangerang Kota, agar menangani kasus ini secara profesional dan tanpa pandang bulu.
“Persekusi terhadap kader Banser merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan yang mencederai nilai persatuan dan kebangsaan. Kami meminta aparat penegak hukum bertindak cepat, tegas, dan mengusut perkara ini hingga tuntas,” ujar Midyani dalam keterangan persnya kepada awak media, Jumat (30/1/2025).
Ia menegaskan bahwa Banser selama ini berperan aktif menjaga ulama, mengamankan kegiatan keagamaan, serta menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh sebab itu, segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun persekusi terhadap kader Banser dinilai sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
Lebih lanjut, PC GP Ansor Kota Tangerang menyatakan tidak akan tinggal diam dan memastikan akan terus mengawal proses hukum yang berjalan. Organisasi tersebut juga menegaskan komitmennya untuk menempuh jalur advokasi hukum serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum hingga perkara ini memiliki kepastian hukum.
“Kami percaya kepolisian dapat bertindak profesional dan adil. Jika kasus semacam ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk dan berpotensi mengganggu stabilitas sosial. Banser tidak boleh diperlakukan secara sewenang-wenang,” tambahnya.
Berdasarkan surat penetapan status tersangka yang beredar, penyidik Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap Habib Bahar sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam dokumen tersebut, kepolisian juga mencantumkan sejumlah pasal yang menjadi dasar penanganan perkara, di antaranya Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, serta Pasal 351 KUHP juncto Pasal 55 KUHP terkait penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama.
Rujukan pasal-pasal tersebut menunjukkan bahwa perkara ini mencakup unsur kekerasan fisik dan dugaan keterlibatan lebih dari satu orang, sehingga memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Dalam perkembangan penyidikan, penyidik menyatakan telah melakukan gelar perkara dan menetapkan Assayid Bahar Bin Smith alias Habib Bahar Bin Ali Bin Smith sebagai tersangka. Selain itu, penyidik juga telah menerbitkan Surat Panggilan Tersangka Pertama untuk pemeriksaan yang dijadwalkan pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 10.00 WIB.
Dengan langkah tersebut, perkara ini secara resmi telah memasuki tahap penegakan hukum substantif dan tidak lagi berada pada tahap klarifikasi semata.
