Bantencorner.com PANDEGLANG – Jumri, salah seorang wartawan muda dari Grup Pikiran Rakyat, Teras Media Grup yang juga pernah berkiprah di Grup Jawa Pos, kerap menghabiskan waktu untuk bolak-balik Pandeglang dan Jakarta dalam mencari berita berkualitas. Meskipun semangatnya tak pernah pudar, ia sering menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses informasi yang jelas dan lengkap terkait kegiatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Pandeglang.

Beberapa waktu lalu, Jumri pernah menerbitkan berita tentang kegiatan bakti sosial prajurit, namun karena kurangnya proses konfirmasi yang memadai, beberapa bagian informasi tidak terlampau lengkap dan akhirnya menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Kondisi itu membuatnya semakin merasa perlu menemukan cara untuk memperoleh data yang akurat dari sumber yang terpercaya.

Hingga suatu hari, ia mendapatkan undangan untuk menghadiri kunjungan silaturahmi dan diskusi dengan pihak Kodim 0601/Pandeglang. Dengan perasaan campur aduk antara harap dan khawatir, Jumri datang ke markas militer tersebut. Suasana yang ia bayangkan akan terasa keras dan kaku justru sirna begitu pintu gerbang terbuka lebar, dan ia disambut dengan senyuman hangat dari petugas yang ada.

Di dalam ruang kerja Komandan Kodim (Dandim), Letkol Infanteri Afri Swandi Ritonga beserta jajarannya sudah duduk dengan suasana santai untuk menyambut kehadiran beberapa rekan media. Mereka menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk membangun dukungan publikasi terkait keberadaan TNI dalam bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka pembinaan teritorial.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri,” ucap Dandim dengan suara yang tegas namun penuh keramahan.

Kata-kata tersebut membuat Jumri terkejut. Ia selama ini selalu berpikir bahwa TNI bekerja secara tersembunyi, namun kali ini persepsinya benar-benar berubah. Bahkan, Dandim menyebut media sebagai “mitra strategis” yang berperan sebagai jembatan penghubung antara TNI dan masyarakat.

Saat Letkol Inf Afri Swandi Ritonga menjelaskan berbagai kegiatan positif yang telah dilakukan prajurit Kodim 0601/Pandeglang – mulai dari pemberian bantuan sosial (bansos), pembersihan Sungai Pandeglang, pelatihan ketrampilan bagi pemuda desa, hingga penanganan bencana banjir – rasa penyesalan muncul dalam hati Jumri. Ia menyadari bahwa banyak hal menarik yang belum pernah ia laporkan hanya karena tidak mengetahui cara mengakses informasi tersebut.

Di sesi diskusi yang berlangsung hangat, Jumri dengan berani mengusulkan untuk membuat seri berita yang mengangkat peran TNI dalam pembangunan desa dan bagaimana keberadaannya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat di wilayah Pandeglang. Tak disangka, usulannya langsung mendapatkan dukungan dari Danramil Cadasari dan Keroncong, Kapten Infanteri Mane, serta Kasdim 0601/Pandeglang.

“Kami siap memberikan data yang dibutuhkan dan bahkan bisa mengantar rekan-rekan media untuk melihat langsung lokasi kegiatan,” ujar Kapten Inf Mane dengan antusias.

Deni, salah satu wartawan lokal di Pandeglang, juga berbagi pengalamannya. “Sebelum ada diskusi dan kerja sama seperti ini, kita seringkali bingung mencari sumber informasi yang benar. Kini, kita punya tempat untuk berkonsultasi sehingga berita yang kita sampaikan bisa lebih akurat dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya sambil melihat ke arah Jumri dan wartawan lain yang hadir.

Akhir dari diskusi santai tersebut membuat Jumri merasakan perubahan yang nyata dalam dirinya. Ia tidak lagi melihat TNI sebagai lembaga yang sulit dijangkau, melainkan sebagai mitra yang siap bekerja sama untuk menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.

Sejak saat itu, Jumri berkomitmen untuk membuat seri berita yang penuh dengan cerita inspiratif dari prajurit Kodim 0601/Pandeglang. Hasilnya, masyarakat yang awalnya hanya mengenal TNI dari berita terkait keamanan, kini mulai menyadari sisi lain mereka sebagai pembangun negeri.

Jumri berharap, dengan adanya informasi yang jelas dan akurat yang tersebar luas, berita hoaks tentang TNI yang sering beredar di media sosial bisa semakin berkurang. Bagi dirinya, sinergi yang terbangun bukan hanya sekadar acara silaturahmi, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan dua dunia yang dulu seringkali saling tidak mengerti – dan ini adalah awal dari perjalanan baru untuk menjadi wartawan yang tidak hanya meliput berita, tapi juga berkontribusi dalam menjaga kedamaian dan kemajuan daerahnya.

Leave A Reply

Exit mobile version