Bantencorner.com Lebak – Suasana penuh kegembiraan mengelilingi lokasi peluncuran penyaluran bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 di Kantor Cabang Bulog Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Ribuan warga dari dua kabupaten Lebak dan Pandeglang akan menerima manfaat dari bantuan tersebut dan mereka bisa merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem Arif Rahman menyampaikan makna mendalam di balik program yang digulirkan ini. Menurut Arif, bantuan ini a dalah jaminan kesejahteraan yang membuat mereka bisa fokus pada kebahagiaan hari raya, bukan khawatir tentang kebutuhan pokok.
“Banyak yang melihat ini hanya sebagai bantuan biasa. Tapi bagi saya dan bagi rakyat, ini bukan cuma bantuan, ini adalah jaminan kesejahteraan yang membuat mereka bisa fokus pada kebahagiaan hari raya, bukan khawatir tentang kebutuhan pokok,” ucap Arif dengan semangat yang menular, Jumat (14/3/2026)
Sebelum acara peluncuran, Arif mengaku telah melakukan “tur pasar” menyeluruh ke berbagai titik di kedua kabupaten. Dari pasar tradisional yang ramai hingga pusat perbelanjaan modern, mereka mengecek setiap detail untuk memastikan harga tetap stabil.
“Kami telah mengecek kondisi di Pasar Rangkasbitung, dan beberapa lokasi di Pandeglang. Alhamdulillah, harga masih terkendali dan tidak ada indikasi spekulasi yang signifikan. Tapi kita tetap harus waspada, karena menjelang Lebaran permintaan akan meningkat drastis,” jelasnya.
Arif menyebut, untuk total bantuan yang disiapkan sangat besar sekitar 8.000 ton beras berkualitas dan 1,7 juta liter minyak goreng yang akan didistribusikan ke lebih dari 100 kecamatan di kedua kabupaten. Arif menegaskan bahwa distribusi akan difokuskan pada kelompok yang paling membutuhkan.
“Kita fokus pada keluarga miskin, usaha mikro kecil dan menengah, serta masyarakat di daerah pantai yang seringkali sulit mendapatkan akses pasokan pangan. Setiap paket bantuan telah melalui verifikasi ketat agar tepat sasaran,” tegasnya saat melakukan pengawasan ke Bulog.
Selain penyaluran langsung, Arif juga mengungkapkan bahwa Bulog akan menjalankan program pendukung seperti Stabilisasi dan Pasokan Harga Pangan (SPHP-red) dan Operasi Pasar Murah yang akan berjalan hingga akhir bulan Ramadhan.
“Ini bukan hanya program satu kali pakai. Kita ingin membangun sistem yang bisa menjaga stabilitas pangan sepanjang waktu. Dengan program tambahan ini, masyarakat akan tetap bisa mendapatkan barang murah bahkan setelah Lebaran berlalu,” paparnya.
Arif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga keberhasilan program ini. Menurut Arif, Kesejahteraan rakyat adalah tanggung jawab kita bersama.
“Mari kita jaga agar bantuan ini memberikan manfaat maksimal, sehingga setiap keluarga bisa menyambut Idul Fitri dengan hati yang lapang dan penuh berkah,” pungkasnya saat memberikan bantuan simbolis ke penerima manfaat.
Di tempat yang sama, Kepala Cabang Bulog Lebak dan Pandeglang Muhammad Syaukani menjelaskan bahwa seluruh persiapan telah siap dan distribusi akan berjalan secara terjadwal. Pihaknya menjamin stok kebutuhan pokok di Bulog aman hingga Lebaran Idul Fitri.
“Setiap paket telah diperiksa kualitasnya, dan kami bekerja sama dengan pem
rintah daerah untuk memastikan proses berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.
Suasana menjadi lebih hangat ketika Siti Nurhaliza (42), seorang pengusaha makanan ringan dari Desa Warunggunung, menerima bantuan simbolis. Menurutnya, uang yang dia tabung selama ini bisa digunakan untuk kebutuhan lain.
“Uang yang saya tabung untuk beli beras dan minyak sekarang bisa saya gunakan untuk beli baju anak-anak dan tambah modal usaha. Ini benar-benar membantu kami banyak!” ujarnya dengan senyum lebar.
Sementara itu, Ahmad Syafi’i (38), pedagang ikan di Pasar Rangkasbitung, mengaku merasa lega dengan kebijakan ini. Menurutnya, kebijakan ini sangat membantu masyarakat khususnya ekonomi menengah kebawah.
“Sebelumnya saya khawatir harga minyak akan naik dan membuat biaya produksi saya melambung. Sekarang saya bisa fokus untuk menjual produk dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah yang turut hadir menambahkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pemantauan ketat. Menurutnya, dampak program ini juga akan dirasakan pada pertumbuhan ekonomi loka
“Kita telah menugaskan dinas terkait dan perangkat desa untuk mengawasi distribusi hingga ke tingkat RT/RW. Tujuan kita adalah memastikan setiap bantuan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
“Ketika rakyat tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk kebutuhan pokok, mereka bisa menghabiskan uangnya untuk barang lain atau mengembangkan usaha. Ini akan membuat aktivitas ekonomi di daerah kita semakin hidup,” tambahnya.
Sekedar informasi, acara peluncuran penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Febuari-Maret 2026 tersebut dihadiri oleh Kadis DKP Kabupaten Lebak, Kadis Pertanian Lebak dan Kadis Perdagangan Lebak dan instansi lainnya.





