BANTENCORNER.COM — Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi di Provinsi Banten mulai menunjukkan peningkatan sejak pertengahan Maret. Jalur utama menuju Pelabuhan Merak dipadati kendaraan dari berbagai daerah, sementara jalur alternatif di sejumlah kabupaten/kota juga mengalami lonjakan mobilitas.

Di tengah kondisi tersebut, kehadiran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kelancaran arus mudik. Dengan seragam loreng hijau khas, anggota Banser tampak berjaga di berbagai titik strategis.

Melalui Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil), Banser Provinsi Banten tahun ini mendirikan 11 posko mudik yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Posko tersebut beroperasi selama 12 hari, mulai 14 hingga 25 Maret 2026.

Kepala Satkorwil Banser Provinsi Banten, Sukiman, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Ia menyebut kehadiran Banser bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.

“Kegiatan posko mudik ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi bagian dari komitmen kami dalam mengabdi. Kami ingin memastikan pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Sukiman.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pola mudik masyarakat kini cenderung lebih menyebar. Banyak pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan di jalur utama.

Koordinator Posko Mudik Banser Banten, Didik Ari Wibowo, mengatakan pihaknya mengantisipasi hal tersebut dengan mengaktifkan posko lebih awal sejak 14 Maret 2026. Menurutnya, kesiapan sejak awal menjadi kunci pelayanan maksimal.

“Kami mulai lebih awal karena arus mudik tidak lagi terpusat. Sejak hari pertama, pemudik sudah mulai berdatangan dan memanfaatkan posko,” kata Didik.

Untuk menjangkau pemudik secara optimal, posko didirikan di sejumlah titik strategis, seperti Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Tangerang.

Selama pelaksanaan, posko mudik Banser menyediakan berbagai layanan, mulai dari pengaturan lalu lintas, penanganan kecelakaan ringan, hingga penyediaan tempat istirahat, ibadah, dan pembagian takjil bagi pemudik.

Memasuki puncak arus mudik, volume kendaraan meningkat signifikan, khususnya di jalur menuju Pelabuhan Merak. Banser pun meningkatkan intensitas pelayanan dengan sistem pembagian shift agar tetap siaga siang dan malam.

Selain membantu mengurai kemacetan, Banser juga aktif mengingatkan pemudik untuk beristirahat jika mengalami kelelahan. Kegiatan ini juga dilakukan dengan koordinasi bersama aparat kepolisian.

Memasuki arus balik pada 23 hingga 25 Maret 2026, Banser tetap mengoperasikan seluruh posko hingga hari terakhir. Kehadiran mereka pun mendapat apresiasi dari pemudik, salah satunya Fajar (30) asal Panimbang yang mengaku terbantu dengan fasilitas yang disediakan.

Leave A Reply

Exit mobile version