SERANG – Aplikasi transportasi online dan ekosistem digital karya anak bangsa, JAM Street, mulai memperkuat eksistensinya di Provinsi Banten.

‎Hal itu ditandai dengan kegiatan konvoi yang diikuti sekitar 200 pengemudi di Kota Serang, sebagai upaya memperkenalkan layanan kepada masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

‎Konvoi mengambil rute dari kantor pusat JAM Street menuju Alun-alun Kota Serang, Stadion Maulana Yusuf, Polda Banten, Cipocok Jaya, dan kembali ke titik awal.

‎Head Operasional JAM Street, Evan William, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk deklarasi kepada masyarakat bahwa JAM Street telah hadir dan beroperasi di Kota Serang maupun wilayah Banten.

‎”Kami ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa JAM Street sudah eksis di Kota Serang dan Banten. Konvoi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan kami secara lebih luas,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, aplikasi yang telah beroperasi selama lebih dari tiga bulan itu saat ini memiliki sekitar 12.000 pengguna aktif. Selain itu, JAM Street didukung sekitar 800 pengemudi roda dua dan lebih dari 80 pengemudi mobil.

‎Menurut Evan, JAM Street hadir sebagai aplikasi multifungsi yang tidak hanya menyediakan layanan transportasi daring, tetapi juga berbagai layanan digital lainnya.

‎”Pengguna bisa menjadi pelanggan sekaligus driver. Di dalam aplikasi tersedia layanan transportasi motor dan mobil, layanan warung, kuliner, serta PPOB untuk pembayaran tagihan, pembelian pulsa, dan token listrik,” katanya.

‎Untuk menarik minat masyarakat, JAM Street menghadirkan promo tarif khusus sebesar Rp 1 untuk perjalanan hingga empat kilometer.

‎”Dari sisi pengguna, tarifnya hanya Rp1 untuk jarak sampai empat kilometer. Sementara untuk driver, pendapatan tetap diterima secara penuh,” kata Evan.

‎Selain itu, JAM Street menerapkan potongan komisi sebesar 5 persen bagi pengemudi. Skema tersebut diklaim lebih ringan dibandingkan sejumlah platform transportasi online lainnya.

‎Evan menambahkan, perusahaan juga tengah menyiapkan sejumlah pengembangan fitur baru, mulai dari layanan bisnis ke bisnis (B2B), fitur kesehatan berbasis tantangan kebugaran, hingga pengembangan aset digital berbasis kripto yang akan diperkenalkan dalam waktu dekat.

‎Menurut Evan, fitur kesehatan dirancang untuk mendorong masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui berbagai tantangan olahraga dan aktivitas kebugaran lainnya.

‎”Pengguna yang berhasil menyelesaikan challenge akan mendapatkan reward. Tujuannya agar masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Direktur Operasional JAM Street, Mochtar Karim Wenno, mengatakan kehadiran platform tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Banten, khususnya pengemudi, konsumen, dan pelaku UMKM.

‎”JAM Street lahir dari Banten untuk Indonesia. Kami ingin menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan menciptakan ekosistem digital yang saling menguntungkan,” katanya.

‎Ia berharap keberadaan JAM Street dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi.

‎Sementara salah seorang pengemudi JAM Street, Ida Farida, mengaku tertarik bergabung karena potongan komisi yang dinilai lebih kecil dibandingkan platform lain.

‎”Potongannya hanya 5 persen. Itu sangat berpengaruh terhadap pendapatan kami sebagai driver,” ujarnya.

‎Menurutnya, selain komisi yang lebih ringan, JAM Street juga menawarkan berbagai program bonus dan insentif yang menguntungkan mitra pengemudi.

‎”JAM Street sangat memanusiakan driver. Harapan kami aplikasi ini bisa terus berkembang di Banten karena benar-benar membantu meningkatkan kesejahteraan pengemudi,” katanya.

‎Sebagai informasi, JAM Street merupakan ekosistem digital yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu aplikasi, mulai dari transportasi, pesan-antar makanan, belanja kebutuhan harian, layanan kurir, hingga pembayaran digital.

‎Platform tersebut hadir sebagai penghubung antara masyarakat, pelaku UMKM, dan pengemudi dengan mengedepankan transaksi digital yang aman, mudah, dan transparan.

Leave A Reply

Exit mobile version