SERANG– Gubernur Banten Andra Soni menandatangi Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah tahun ajaran 2026-2027, secara transparan, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminatif, di aula pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (3/6/2026).
Pada kesempatan itu, Gubernur Andra Soni menekankan, SPMB harus dilaksanakan secara transparan agar seluruh anak memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan bermutu di Banten.
“Tujuanya komitmen ini adalah agar kita semua punya kesadaran kolektif bahwa SPMB ini harus dilaksanakan secara berkeadilan, semua orang semua anak, punya kesempatan untuk bisa melanjutkan pendidikan di sekolah sesuai regulasi yang disediakan,” ujar Andra Soni.
Andra Soni menjelaskan, SPMB di Banten telah dimulai ditandai dengan pra SPMB tingkat SMA, SMK, dan SKH Negeri yang dibuka sejak 20 April hingga berakhir 31 Mei 2026. Menurutnya, Pra SPMB berjalan efektif untuk memastikan kevalidan data calon siswa sebelum pendaftaran resmi dibuka.
“Alhamdulillah di Provinsi Banten, SPMB telah dimulai melalui Pra SPMB, sehingga ada proses-proses upload data, tidak semua orang tua, tidak semu murid punya fasilitas upload sehingga dibantu oleh sekolah,” katanya.
“Terakhir kemarin ada di SMA 1 itu ada delapan calon peserta yang terkendala terhadap proses upload data, itu akhirnya diundang ke sekolah dan disuport, di bantu sehingga mereka saat ini telah terdaftar untuk SPMB 2026,” sambung dia.
Andra berpesan, bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, untuk bisa melanjutkan di sekolah swasta gratis. Saat ini, kata dia, tersedia sekitar 800 lebih sekolah swasta telah bekerjasama dengan Pemprov Banten.
“Anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri bisa melanjutkannya di SMA atau SMK swasta yang terdaftar sebagai peserta program sekolah gratis. Alhamdulilah ini tahun kedua, semoga berjalan lancar, tujuan kita membuka akses pendidikan kepada semua pihak seluas-luasnya dan setelah itu kita akan perlahan-lahan meningkatkan kualitasnya,” katanya.
Selain itu, Andra Soni juga mengakui, pihaknya telah memperluas program sekolah gratis hingga jenjang Madrasah Aliyah, dengan kuota mencapai 10 ribu siswa dan dapat direalisasikan di tahun ini.
“Inshallah tahun ini juga dikembangkan program ini untuk menyasar anak-anak madrasah aliyah, kurang lebih kuotanya sekitar 10 ribu siswa untuk kelas satu, dua dan kelas tiga,” terangnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin menambahkan, pelaksanaan SPMB dimulai pada 10 Juni hingga 10 Juli 2026
Dia bilang, terdapat beberapa jalur masuk SPMB mulai jalur domisili lingkungan sekolah, jalur domisili wilayah, jalur afirmasi, jalur prestasi akademik, jalur prestasi nonakademik, hingga jalur mutasi.
“Jalur domisili wilayah dilaksanakan pendaftar mulai 17 sampai 18 Juni, lalu pengumuman langsung diumumkan 19 Juni, dan daftar ulang 20 Juni. Sedangkan, jalur domisili lingkungan tanggal 10 sampai 11 Juni, lalu pengumuman tanggal 13 Juni dan daftar ulang 15 Juni. Nah terus untuk jalur afirmasi pendaftaran mulai 22 sampai 23 Juni, lalu pengumuman 24 Juni dan daftar ulang 25 Juni. Jadi udah jelas langsung pengumuman, langsung daftar ulang,” katanya.
Jamaluddin mengungkap, daya tampung SPMB SMA, SMK dan SKH Negeri sekitar 82 ribu. Sementara, pendaftar total mencapai 100 ribu lebih. Dia berharap, siswa yang tidak keterima di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta gratis yang merupakan program Gubernur Banten.
“Jadi kebuang 20 ribu, tapi sekarang sudah banyak anak-anak kita keterima di swasta gratis, jadi udah banyak yang mulai mendaftar,” pungkasnya. (Adv)





