BANTENCORNER.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam (IAI) Sahid Bogor bersama masyarakat, pada Jumat, 5 Juni 2026, menggelar aksi demonstrasi di kantor UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV Kabupaten Bogor. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan kerusakan jalan di sejumlah wilayah pelayanan UPTD IV yang meliputi Kecamatan Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, dan Tenjolaya.

Dalam aksi yang sempat diwarnai ketegangan antara massa dan petugas, para demonstran menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan parah. Mereka menilai kondisi infrastruktur yang ada saat ini sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Massa aksi membawa berbagai spanduk dan poster berisi kritik terhadap buruknya kualitas infrastruktur jalan serta tuntutan percepatan pembangunan dan pemeliharaan jalan di wilayah Bogor Barat. Menurut mereka, kerusakan yang terjadi bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap roda perekonomian dan akses pendidikan.

Koordinator aksi, Budi, menegaskan bahwa persoalan jalan rusak telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penyelesaian yang memadai. Banyak ruas jalan mengalami kerusakan berat berupa lubang besar, permukaan jalan yang tidak rata, hingga genangan air saat musim hujan yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Jalan yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari. Kami menuntut pemerintah segera memberikan solusi nyata dan bukan sekadar janji,” tegas Budi di hadapan peserta aksi.

Keluhan serupa juga kerap disampaikan warga di wilayah Bogor Barat. Masyarakat menilai upaya perbaikan yang selama ini dilakukan masih bersifat sementara dan belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Akibatnya, kerusakan jalan terus berulang dan semakin meluas.

Di sisi lain, UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah IV sebelumnya mengakui masih terdapat sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan berat. Beberapa ruas jalan bahkan telah diusulkan masuk dalam program rekonstruksi melalui mekanisme penganggaran daerah dan proses lelang proyek.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya percepatan perbaikan jalan rusak, transparansi program pemeliharaan infrastruktur, peningkatan kualitas sistem drainase, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan proyek jalan.

Selain itu, demonstran juga mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah IV. Massa menilai pimpinan UPTD belum mampu menjalankan fungsi pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur secara optimal sehingga banyak ruas jalan berada dalam kondisi memprihatinkan.

Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan untuk menjaga kondusivitas kegiatan. Perwakilan demonstran kemudian diterima untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak terkait.

Sebelum membubarkan diri, massa menegaskan akan terus mengawal tindak lanjut dari tuntutan yang mereka sampaikan. Mereka berharap pemerintah daerah segera menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Kerusakan jalan di wilayah kerja UPTD IV dinilai sebagai persoalan mendesak karena kawasan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat serta menjadi akses penting bagi distribusi barang dan jasa di wilayah Bogor Barat.

Leave A Reply

Exit mobile version