BANTENCORNER.COM – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Seorang perempuan muda asal Kampung Batubantar, Kecamatan Cimanuk, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos sebagai penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi magister (S2) di New Zealand.

Perempuan bernama Ii Nurul Hapsari tersebut akan menempuh pendidikan di The University of Auckland pada program Master of Engineering Management. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan terbaik hingga ke tingkat internasional.

Ii lahir dan tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai tukang bengkel yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Dari lingkungan keluarga itulah ia belajar tentang kerja keras, kedisiplinan, dan pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan.

Sejak duduk di bangku sekolah, Ii dikenal sebagai sosok yang tekun dan memiliki semangat belajar tinggi. Berbagai keterbatasan yang dihadapi tidak pernah menyurutkan langkahnya untuk terus mengembangkan diri dan mengejar cita-cita yang diimpikan.

Perjalanan menuju beasiswa LPDP tentu bukan perkara mudah. Program beasiswa yang dikelola pemerintah tersebut dikenal memiliki proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif. Namun berkat persiapan yang matang, ketekunan, serta doa yang terus mengiringi, Ii berhasil melewati setiap tahapan seleksi dengan baik.

Keberhasilannya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, masyarakat sekitar, serta Kabupaten Pandeglang. Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat global.

Ii mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan dan doa orang tua, keluarga, guru, dosen, serta sahabat yang selalu memberikan motivasi selama proses perjuangannya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Semua ini tidak lepas dari doa orang tua, dukungan keluarga, para guru, dosen, dan teman-teman yang selalu memberikan semangat selama proses perjuangan saya,” ungkapnya.

Ia berharap kisah yang dialaminya dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar dan generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari keluarga sederhana. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan terbaik selama mau berusaha dan tidak mudah menyerah.

“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Anak dari keluarga sederhana pun memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan terbaik. Teruslah belajar, berusaha, dan jangan pernah menyerah,” tuturnya.

Bagi Ii, kesempatan melanjutkan studi di New Zealand bukan hanya tentang pencapaian akademik, melainkan juga sebuah amanah untuk meningkatkan kapasitas diri. Ia bertekad memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama belajar di luar negeri untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia.

Dari sebuah bengkel sederhana di pelosok Pandeglang, lahirlah mimpi besar yang kini membawanya menuju Negeri Kiwi. Kisah Ii Nurul Hapsari menjadi bukti bahwa kerja keras, doa orang tua, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan anak daerah menembus panggung dunia sekaligus mengharumkan nama Pandeglang, Banten, dan Indonesia.

Leave A Reply

Exit mobile version