BANTENCORNER.COM – UMKM pembuat miniatur unta milik Pak Uki di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terus berkembang sebagai salah satu usaha kreatif yang bernilai ekonomi sekaligus edukatif. Produk miniatur ini banyak dimanfaatkan sebagai media edukasi manasik haji hingga wahana rekreasi. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 55 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) turut mendampingi proses promosi agar produk lokal ini makin dikenal masyarakat luas.

Usaha produksi miniatur unta ini telah dikelola Pak Uki selama sekitar tujuh tahun. Namun, keterampilan pembuatan kerajinan tersebut sudah ia tekuni selama kurang lebih 11 tahun. Gagasan awal pembuatannya bermula dari keinginan Pak Uki untuk menyediakan media pembelajaran yang interaktif bagi anak-anak dan peserta kegiatan manasik haji. Berawal dari sana, ia rajin mengikuti berbagai ajang manasik haji untuk memperkenalkan karyanya.

“Awalnya saya terinspirasi membuat miniatur unta untuk mendukung kegiatan manasik haji. Dari situ saya mulai ikut ke berbagai lokasi acara sambil menawarkan produk ini. Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu makin banyak yang kenal dan memesan,” ujar Uki.

Kerajinan miniatur unta ini dirakit menggunakan bahan-bahan pilihan seperti rangka kayu, paku pendukung, dan busa berkualitas. Perpaduan bahan ini menghasilkan produk yang kokoh, aman, serta nyaman saat dinaiki. Selain untuk manasik haji, miniatur unta ini populer dijadikan wahana permainan pada festival, pameran, peringatan hari besar Islam (PHBI), hingga sarana rekreasi keluarga.

Satu unit miniatur unta dibanderol dengan harga Rp1.200.000 hingga Rp2.500.000, tergantung tingkat kerumitan, ukuran, serta spesifikasi yang dipesan. Kualitas yang terjaga membuat produk asal Kramatwatu ini diminati oleh pembeli dari berbagai daerah.

Hingga saat ini, area pemasaran miniatur unta milik Pak Uki telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali Papua yang masih terkendala akses dan biaya logistik. Permintaan dari mancanegara pun mulai berdatangan, meski proses pengiriman internasional masih menjadi tantangan tersendiri bagi usaha skala rumahan ini.

“Pesanan sudah masuk dari hampir seluruh penjuru Indonesia, hanya Papua yang belum karena kendala pengiriman. Untuk pemesan dari luar negeri juga ada, tapi ekspornya masih terkendala prosedur dan ongkos kirim. Harapan saya, ke depan produk ini bisa menembus pasar yang lebih luas,” tutur Pak Uki.

Dukungan nyata diberikan oleh mahasiswa KKM Kelompok 55 UNIBA melalui divisi UMKM. Mereka membantu pembuatan dokumentasi visual, pembuatan konten kreatif digital, hingga publikasi di media sosial. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat branding usaha serta meningkatkan daya saing produk lokal Desa Margasana di pasar digital.

Kepala Desa Margasana, H. Hatobi, mengapresiasi keuletan Pak Uki dalam berinovasi. Ia menilai miniatur unta merupakan salah satu produk unggulan yang berpotensi menjadi ikon kebanggaan desa.

“Kami berharap UMKM miniatur unta ini terus maju, jangkauan pasarnya makin luas, dan mampu menggerakkan perekonomian warga sekitar. Kehadiran mahasiswa KKM UNIBA melalui optimalisasi promosi digital sangat membantu memperkenalkannya ke masyarakat luas,” pungkas H. Hatobi.

Sinergi antara perajin lokal, Pemerintah Desa Margasana, dan akademisi melalui KKM Kelompok 55 UNIBA diharapkan memicu dampak positif secara berkelanjutan, sehingga usaha kreatif ini makin mandiri dan dikenal sebagai produk khas Kabupaten Serang.***

Leave A Reply

Exit mobile version