BANTENCORNER.COM – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 19 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan berbagai program kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal. Salah satu program unggulan yang berhasil dilaksanakan adalah kegiatan sosialisasi bertema “UMKM Naik Kelas Tanpa Utang, Optimalkan Usaha, Go Digital dengan QRIS”, yang diselenggarakan pada Minggu, 02 Agustus 2026 di Balai Desa Beberan, Banten.
Kegiatan ini merupakan program kerja Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif KKM Kelompok 19 UNIBA yang dirancang sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, wawasan, serta kemampuan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola usaha secara lebih profesional. Sosialisasi ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut pelaku UMKM untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan, khususnya dalam aspek pengelolaan usaha dan sistem transaksi. Tidak sedikit pelaku usaha yang masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan pemahaman mengenai manajemen keuangan, strategi pengembangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana meningkatkan daya saing. Berangkat dari kondisi tersebut, KKM Kelompok 19 UNIBA menghadirkan kegiatan sosialisasi yang diharapkan dapat menjadi solusi sekaligus motivasi bagi para pelaku UMKM di Desa Beberan.
Kegiatan berlangsung dengan dihadiri oleh perangkat Desa Beberan, pelaku UMKM, masyarakat setempat, serta mahasiswa KKM Kelompok 19 UNIBA. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor usaha mikro yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian desa.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Hj. Siti Fatonah, S.E., M.M., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 19 UNIBA. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa keberhasilan suatu usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan, menyusun strategi bisnis, serta memanfaatkan peluang yang ada secara efektif.
Beliau juga menekankan pentingnya membangun usaha secara bertahap tanpa bergantung pada utang konsumtif. Menurutnya, pengelolaan arus kas yang baik, pencatatan keuangan yang tertib, serta kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha merupakan langkah dasar yang harus dimiliki setiap pelaku UMKM agar usaha dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Selain membahas strategi pengembangan usaha, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya transformasi digital dalam dunia bisnis. Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital yang kini semakin banyak digunakan masyarakat. Melalui penggunaan QRIS, pelaku UMKM dapat memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi secara non-tunai, memperluas pilihan metode pembayaran, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta membantu pencatatan transaksi menjadi lebih rapi dan efisien.
Dalam penyampaian materi, narasumber juga memberikan berbagai contoh penerapan sederhana yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas usahanya. Mulai dari menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan, memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, hingga pentingnya membangun identitas usaha agar memiliki nilai tambah di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif. Setelah sesi penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari cara mengembangkan usaha dengan modal terbatas, strategi menghadapi persaingan, pentingnya pencatatan keuangan, hingga prosedur penggunaan QRIS dalam kegiatan transaksi sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi berlangsung. Para pelaku UMKM tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha. Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan antara narasumber, mahasiswa, dan masyarakat sehingga tercipta suasana belajar yang komunikatif dan bermanfaat.
Bagi mahasiswa KKM Kelompok 19 UNIBA, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui interaksi langsung dengan pelaku UMKM, mahasiswa dapat memahami kondisi nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan desa.
Pelaksanaan sosialisasi ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi UMKM sebagai strategi meningkatkan daya saing ekonomi lokal. Dengan semakin banyak pelaku usaha yang memahami pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi, diharapkan UMKM di Desa Beberan mampu berkembang lebih pesat, menjangkau pasar yang lebih luas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 19 Universitas Bina Bangsa berharap para pelaku UMKM tidak hanya memperoleh tambahan wawasan, tetapi juga termotivasi untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam pengelolaan usahanya. Langkah-langkah sederhana seperti menyusun pembukuan, mengoptimalkan pemasaran, menjaga kualitas produk, dan memanfaatkan sistem pembayaran digital diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terciptanya UMKM yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Program sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, pemerintah desa, serta masyarakat dapat menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi pembangunan desa. Melalui semangat pengabdian kepada masyarakat, KKM Kelompok 19 Universitas Bina Bangsa akan terus berupaya menghadirkan berbagai program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Beberan.***





