Bantencorner.com Makassar – Memperjuangkan kepentingan desa bukanlah jalan yang selalu lurus dan tenang. Di dalamnya terdapat perbedaan kepentingan, dinamika organisasi, tekanan kebijakan, serta tantangan besar menyatukan kekuatan desa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di tengah dinamika itulah sosok H. Fery Radiansyah, S.T., M.M., Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), terus menegaskan perannya sebagai tokoh penggerak dan konsolidator perjuangan desa di tingkat nasional.

Fery Radiansyah bukan lahir dari panggung seremonial. Ia tumbuh dan ditempa lewat perjuangan panjang bersama masyarakat serta aktivis desa. Jalan pengabdiannya penuh pasang surut—jatuh bangkit, menghadapi tekanan, merawat kepercayaan, hingga menjembatani beragam kepentingan yang kerap berseberangan. Ia telah melintasi banyak situasi untuk menyuarakan aspirasi desa. Baginya, perjuangan ini bukan sekadar mempertahankan eksistensi organisasi, melainkan memastikan masyarakat desa tidak menjadi penonton dalam pembangunan nasional.

Kemampuan Fery membaca situasi, membangun komunikasi, dan menjaga keseimbangan di tengah perbedaan membuatnya dikenal sebagai pemimpin bertangan dingin. Ia mampu mengendalikan dinamika dan “berselancar di tengah badai” tanpa kehilangan arah perjuangan.

Keahlian konsolidasi itu kembali teruji dalam pelaksanaan Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar besar menyatukan kekuatan desa melalui kolaborasi sepuluh organisasi desa tingkat nasional bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Seminar Nasional KDKMP bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang menyatukan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta menempatkan seluruh unsur kekuatan desa sebagai mitra aktif menyukseskan program strategis nasional.

Fery Radiansyah memandang KDKMP sebagai peluang besar membangun ekosistem ekonomi baru yang tumbuh dari desa. Karena itu, pelaksanaannya harus dikawal secara serius, terbuka, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“KDKMP jangan hanya hadir sebagai nama, bangunan, atau program administratif. Koperasi ini harus menjadi kekuatan ekonomi baru yang benar-benar hidup, dikelola secara profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” tegas Fery Radiansyah.

Menurutnya, keberhasilan KDKMP tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan kepala desa, BPD, perangkat desa, pendamping, pelaku usaha lokal, tokoh masyarakat, serta seluruh organisasi yang bergerak memperjuangkan desa.

Fery terus mendorong agar hubungan antarorganisasi desa tidak terjebak kompetisi yang melemahkan. Perbedaan identitas dan kepentingan organisasi harus dikelola menjadi energi kolektif untuk mengawal agenda besar desa.

Menyatukan berbagai kekuatan desa bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan kesabaran, keberanian, keluwesan komunikasi, dan kemampuan menahan diri. Pemimpin tidak cukup hanya berdiri di depan saat keadaan tenang, tetapi harus tetap memegang kemudi ketika gelombang datang dari berbagai arah.

Seminar Nasional KDKMP di Makassar menjadi bukti nyata bahwa kekuatan desa dapat dipertemukan dalam satu meja perjuangan. Dari forum ini diharapkan lahir kesamaan pandangan dan langkah konkret mendukung KDKMP sebagai pilar penguatan ekonomi rakyat sekaligus instrumen percepatan pengentasan kemiskinan.

Di bawah kepemimpinan Fery Radiansyah, PABPDSI menegaskan komitmennya terus mengawal kepentingan BPD dan masyarakat desa. PABPDSI tidak ingin sekadar hadir sebagai penonton atau pelengkap kebijakan, melainkan menjadi bagian yang menyumbangkan gagasan, kritik konstruktif, serta solusi bagi pembangunan desa.

Perjalanan perjuangan tersebut tentu belum selesai. Masih banyak kepentingan desa yang harus diperjuangkan, ketimpangan yang harus dijembatani, dan kebijakan yang harus dikawal agar benar-benar menyentuh masyarakat di akar rumput.

Namun, melalui konsistensi dan keberanian yang telah dibuktikannya, Fery Radiansyah memperlihatkan bahwa perjuangan desa membutuhkan tokoh yang tidak mudah menyerah, tidak kehilangan arah saat diterpa tekanan, dan tetap mampu merangkul banyak pihak di tengah perbedaan.

Fery Radiansyah terus bergerak bukan sekadar sebagai Ketua Umum PABPDSI, melainkan sebagai salah satu penjaga nyala perjuangan desa Indonesia.

Leave A Reply

Exit mobile version