BANTENCORNER.COM  Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 63 Pulo Panjang yang ditempatkan di Kampung Peres, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Pulo Panjang. Kegiatan ini mencakup dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Inggris dan Pendidikan Jasmani, sebagai upaya meningkatkan wawasan siswa sekaligus menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani mereka.

Pembelajaran Bahasa Inggris dilaksanakan secara bertahap sesuai tingkatan kelas, yaitu pada hari Selasa pukul 07.30–09.00 untuk kelas 6 dan pukul 10.00–11.00 untuk kelas 4, hari Kamis pukul 10.00–11.00 untuk kelas 5, serta hari Sabtu pukul 10.00–11.00 untuk kelas 3. Pembagian waktu ini disesuaikan agar setiap tingkatan mendapatkan pendampingan yang cukup dan materi dapat tersampaikan dengan baik.

Mahasiswa KKM Kelompok 63 berharap melalui kegiatan ini siswa dapat menguasai kosakata dasar Bahasa Inggris, mengenali nama-nama benda di sekitar, mampu memperkenalkan diri, serta memahami ungkapan sehari-hari yang sederhana. Salah satu perwakilan mahasiswa menuturkan bahwa anak-anak di sekolah ini sebenarnya memiliki potensi besar dan semangat belajar yang tinggi, namun selama ini terkendala sarana dan prasarana yang belum memadai.

“Anak-anak SDN 1 Pulo Panjang sebenarnya sangat antusias dan mampu menerima materi Bahasa Inggris dengan baik, hanya saja keterbatasan fasilitas membuat mereka belum terbiasa. Kami ingin hadir untuk menjembatani hal tersebut, sekecil apa pun yang bisa kami berikan,” ungkap perwakilan mahasiswa KKM Kelompok 63.

Selain Bahasa Inggris, mahasiswa juga mengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani yang dilaksanakan pada hari Selasa pukul 07.30–09.00 untuk kelas 5, hari Kamis pukul 07.30–09.00 untuk kelas 5, serta senam pagi bersama pada hari Sabtu. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, membentuk kebiasaan hidup sehat, serta menanamkan sikap sportivitas di kalangan siswa.

Dalam setiap sesi di lapangan, mahasiswa selalu mengawali dengan pemanasan dan penyampaian tata tertib agar siswa memahami aturan sekaligus mempersiapkan kondisi fisik. Hal ini dilakukan agar siswa terbiasa disiplin sekaligus terhindar dari risiko cedera saat beraktivitas.

“Kami tidak hanya mengajak mereka bergerak, tetapi juga menanamkan bahwa menjaga tubuh tetap sehat itu bagian dari kesiapan belajar. Harapannya, kebiasaan ini terus terbawa meskipun kami sudah selesai melaksanakan KKM,” tambahnya.

Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan siswa menciptakan suasana belajar yang hidup dan interaktif, sehingga para peserta didik tampak lebih antusias dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Kegiatan belajar mengajar ini dilaksanakan secara rutin selama masa pengabdian KKM, mulai dari tanggal 21 Juli hingga 8 Agustus 2026. Kehadiran mahasiswa di sekolah menjadi bentuk dukungan nyata dalam melengkapi proses pembelajaran di lingkungan Desa Singamerta. ***

Leave A Reply

Exit mobile version