BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 25 yang ditempatkan di Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, turut berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah gerakan pencegahan stunting melalui edukasi pemenuhan gizi anak dan inovasi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) berupa puding ubi ungu.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua dan kader posyandu, mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan alternatif MPASI yang dapat dibuat menggunakan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan.
Dalam kegiatan ini mahasiswa KKM memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa awal pertumbuhan anak. Orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak, menjaga pola makan, serta melakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin melalui posyandu.
Mahasiswa juga menyampaikan bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian dari keluarga dan masyarakat. Pemenuhan gizi yang baik perlu dilakukan secara konsisten dengan memberikan makanan yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan anak.
Melalui edukasi ini mahasiswa berharap para orang tua dapat lebih memahami pentingnya pemberian makanan bergizi dan tidak hanya memperhatikan jumlah makanan, tetapi juga kandungan gizi yang terdapat di dalamnya.
Inovasi MPASI melalui Puding Ubi Ungu
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah pembuatan MPASI berupa puding ubi ungu. Ubi ungu dipilih karena mudah ditemukan, memiliki rasa yang relatif disukai anak, serta dapat diolah menjadi makanan dengan tekstur yang menarik.
Ubi ungu mengandung karbohidrat dan serat serta memiliki pigmen antosianin yang memberikan warna ungu alami. Bahan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan pangan lokal yang dikembangkan menjadi menu MPASI.
Puding ubi ungu dibuat dengan mengolah ubi hingga memiliki tekstur lembut, kemudian dipadukan dengan bahan lain yang sesuai dengan kebutuhan makanan anak. Pengolahan dilakukan dengan memperhatikan tekstur dan cita rasa agar makanan lebih mudah diterima oleh anak.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga menjelaskan bahwa MPASI harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan makan anak. Untuk anak yang baru mulai mendapatkan MPASI, tekstur makanan perlu dibuat lebih lembut dan disesuaikan secara bertahap.
Selain memperkenalkan produk inovasi MPASI, mahasiswa KKM Kelompok 25 memberikan penjelasan mengenai pentingnya pola makan seimbang bagi anak. Orang tua didorong untuk memberikan makanan yang beragam dengan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan anak.

Mahasiswa juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kebersihan bahan dan alat selama proses pembuatan MPASI. Kebersihan menjadi bagian penting dalam penyediaan makanan bagi bayi dan balita untuk menjaga keamanan pangan.
Kegiatan gerakan pencegahan stunting dan inovasi MPASI melalui puding ubi ungu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Singamerta mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 25 tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memperkenalkan contoh pengolahan pangan lokal yang dapat menjadi alternatif menu bagi anak. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong orang tua untuk lebih kreatif dalam menyediakan makanan bergizi dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Gerakan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Singamerta melalui edukasi, pemanfaatan pangan lokal, dan inovasi makanan yang sederhana serta mudah diterapkan oleh masyarakat. ***