BANTENCORNER.COM – KKM Kelompok 30 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menghadirkan inovasi Roket Stove sebagai salah satu program unggulan Bidang 5 Tata Kelola Pemerintahan Desa atau Kelurahan, Pelayanan Publik, dan Inovasi Teknologi di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang pada 10 Agustus 2026. Inovasi ini dikembangkan sebagai teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembakaran sampah dengan menghasilkan asap yang lebih minim dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.

Program pembuatan Roket Stove menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi sederhana dan aplikatif terhadap persoalan pengelolaan sampah di lingkungan desa. Inovasi tersebut dirancang dengan memanfaatkan prinsip pembakaran yang lebih terarah sehingga proses pembakaran dapat berlangsung dengan lebih optimal dan menghasilkan asap yang lebih sedikit.

Pembuatan Roket Stove dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari menentukan desain dan ukuran, mempersiapkan material yang dibutuhkan, hingga proses perakitan dan penyelesaian alat. Mahasiswa KKM Kelompok 30 terlibat secara langsung dalam proses pembuatan dengan mengedepankan pemanfaatan bahan yang mudah diperoleh serta menyesuaikan rancangan dengan kebutuhan di lingkungan Desa Domas.

Roket Stove dirancang memiliki ruang pembakaran dan saluran udara yang membantu menjaga sirkulasi udara selama proses pembakaran. Sistem tersebut memungkinkan pembakaran berlangsung lebih terkontrol dibandingkan metode pembakaran sampah secara terbuka yang dapat menghasilkan asap dan mengganggu lingkungan sekitar.

Selain sebagai inovasi teknologi, program ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang lebih tertata. Roket Stove diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan kebutuhan pengelolaan sampah di lingkungan desa.

Budi Hermawan salah satu anggota bidang 5 KKM Kelompok 30 menjelaskan bahwa pembuatan Roket Stove merupakan bentuk penerapan teknologi sederhana yang diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan inovasi yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat. Roket Stove ini kami kembangkan sebagai salah satu alternatif dalam membantu proses pengelolaan sampah, khususnya untuk mengurangi asap yang dihasilkan dari pembakaran terbuka,” ujarnya.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen KKM Kelompok 30 dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan. Melalui teknologi tepat guna, mahasiswa berupaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata yang ditemukan di lapangan.

Ke depan, Roket Stove diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi yang memberikan manfaat bagi Desa Domas sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan cara pengelolaan sampah. Pengembangan teknologi sederhana seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah dan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Melalui program unggulan ini, KKM Kelompok 30 Universitas Bina Bangsa menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak selalu harus kompleks. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan memahami kebutuhan masyarakat, teknologi sederhana dapat dikembangkan menjadi solusi yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi lingkungan Desa Domas. ***

Leave A Reply

Exit mobile version