BANTENCORNER.COM — Keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Hal itu dibuktikan Nuriman, pemuda asal Cikande, Kabupaten Serang, Banten, yang berhasil melewati berbagai keterbatasan hingga akhirnya resmi diangkat dan mengucapkan sumpah sebagai advokat di Pengadilan Tinggi Banten pada 2026.

Nuriman merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang menjadi salah satu sumber kekuatan dalam perjalanan hidupnya.

Kondisi ekonomi keluarga justru menjadi motivasi bagi Nuriman untuk terus memperjuangkan cita-citanya. Ia memilih menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Dengan dukungan orang tua dan kegigihan yang dimiliki, Nuriman berhasil menyelesaikan pendidikannya dan meraih gelar sarjana pada 2021.

Setelah menyelesaikan pendidikan, perjalanan menuju profesi advokat ternyata masih panjang. Nuriman tidak langsung dapat mengejar karier di bidang hukum. Ia harus bekerja terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengumpulkan biaya guna melanjutkan proses menuju profesi yang dicita-citakannya.

Pada 2021–2022, Nuriman bekerja sebagai guru honorer selama satu tahun. Setelah itu, pada 2022–2025, ia bekerja sebagai buruh di salah satu rumah sakit swasta. Pekerjaan tersebut dijalaninya selama tiga tahun demi mendapatkan penghasilan sekaligus mempersiapkan biaya untuk melanjutkan langkahnya menjadi advokat.

Di tengah kesibukan bekerja, Nuriman tetap menjaga mimpinya. Sebagian penghasilannya disisihkan secara rutin. Ia memilih menabung hasil jerih payahnya daripada menggunakannya untuk kepentingan yang tidak berkaitan dengan masa depannya.

“Setiap rupiah yang disisihkan adalah bentuk doa dan ikhtiar agar kelak bisa berdiri tegak membela keadilan,” ujar Nuriman mengenang perjuangannya.

Hasil dari ketekunan tersebut mulai membuahkan hasil. Pada 2024, Nuriman berhasil menggunakan tabungannya untuk mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Ia kemudian melanjutkan proses profesinya hingga berhasil lulus Ujian Profesi Advokat (UPA) pada 2025.

Puncak perjuangan itu tiba pada 2026. Dengan mengenakan setelan jas dan toga, Nuriman berdiri di Pengadilan Tinggi Banten untuk mengucapkan sumpah advokat. Momen tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan panjang yang ditempuhnya selama bertahun-tahun akhirnya membawanya resmi memasuki dunia profesi hukum.

Bagi Nuriman, pencapaian tersebut bukan semata-mata keberhasilan pribadi. Ia menyadari ada banyak pihak yang turut memberikan dukungan dalam perjalanan hidupnya, mulai dari keluarga, guru, senior, hingga para sahabat dan rekan yang terus memberikan semangat.

“Kepada semua pihak yang telah membantu perjuangan ini, keluarga, guru, senior dan rekan semuanya, saya ucapkan syukur, terima kasih dan penghormatan. Semoga saya bisa membalasnya melalui pengabdian dan karya terbaik,” tuturnya.

Kisah Nuriman menjadi gambaran bahwa latar belakang ekonomi bukan alasan untuk menyerah pada keadaan. Dari keluarga sederhana dan pekerjaan sebagai guru honorer hingga buruh rumah sakit, ia terus menyisihkan penghasilannya demi mewujudkan cita-cita.

Kini, anak dari seorang buruh serabutan asal Cikande itu telah berdiri sebagai advokat. Perjalanannya menjadi bukti bahwa pendidikan, kerja keras, ketekunan, dukungan orang tua, serta keberanian untuk terus berjuang dapat membuka jalan menuju cita-cita, meskipun perjalanan tersebut harus ditempuh secara perlahan.

Leave A Reply

Exit mobile version