BANTENCORNER.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 25 Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, berupaya mendorong peningkatan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa melalui penyerahan dan penempatan fasilitas Kotak Kritik dan Saran serta Papan Informasi Desa. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya keterbukaan informasi dan pelayanan publik yang responsif di tingkat desa.

Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan sarana komunikasi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui fasilitas tersebut, warga dapat menyampaikan kritik, saran, maupun aspirasi terkait pelayanan, pembangunan, dan berbagai kebijakan pemerintahan desa tanpa harus datang langsung ke balai desa. Langkah ini sekaligus menjawab keterbatasan akses warga dalam menyampaikan pendapat selama ini.

Sebanyak lima titik Kotak Kritik dan Saran telah ditempatkan di wilayah-wilayah yang strategis dan mudah dijangkau warga. Penempatannya tersebar di Kampung Singamerta dekat Pos Kamling, Kampung Priuk di samping Posyandu, Kampung Karang Anyar di Pos Ronda, Kampung Wakaf di kediaman Ketua RW, hingga Kampung Pabuaran di dekat rumah warga. Penyebaran ini dilakukan agar setiap warga dari berbagai kampung dapat menyampaikan aspirasinya dengan mudah.

Ketua KKM Kelompok 25 Singamerta menyampaikan bahwa program ini lahir dari pengamatan selama masa pengabdian, di mana masih terdapat kesenjangan informasi dan keterbatasan saluran penyampaian aspirasi warga kepada pemerintah desa. Oleh karena itu, mahasiswa berinisiatif menjembatani komunikasi dua arah tersebut melalui sarana yang sederhana namun bermanfaat luas.

“Kami ingin memberikan ruang yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, dan aspirasinya. Harapannya, kotak kritik dan saran ini tidak hanya menjadi fasilitas selama KKM berlangsung, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikelola oleh pemerintah desa sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ketua KKM 25 Singamerta.

Selain kotak kritik dan saran, mahasiswa juga memasang Papan Informasi Desa yang memuat berbagai informasi penting bagi warga, meliputi profil desa, kegiatan pemerintahan, serta alur dan prosedur pelayanan publik. Kehadiran papan informasi ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang jelas dan terbuka, sehingga warga tidak lagi kesulitan mengetahui hak dan kewajibannya dalam berinteraksi dengan pemerintah desa.

Papan informasi tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan informasi yang selama ini terjadi. Warga dapat mengetahui berbagai kebijakan dan kegiatan desa secara langsung tanpa harus selalu bertanya kepada perangkat desa, sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak akurat atau berujung pada kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Seluruh fasilitas yang telah diserahkan diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan oleh pemerintah desa setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Kritik dan saran yang masuk hendaknya ditindaklanjuti secara terbuka dan menjadi bahan evaluasi demi perbaikan kinerja pelayanan, sehingga keberadaan sarana ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa berharap terbangun iklim pemerintahan desa yang lebih terbuka, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan menjadi kunci agar pembangunan desa dapat berjalan adil, merata, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. ***

Leave A Reply

Exit mobile version