SERANG– Anggota DPRD Provinsi Banten dari fraksi PDIP, Yeremia Mendrofa soroti persoalan pendidikan hingga ketimpangan pasar tenaga kerja, di mana masyarakat kesulitan mendapat pekerjaan setelah lulus sekolah.
Poltisi PDIP itu berharap, di usia Banten yang genap 26 tahun, kedepan tidak ada lagi orang tua yang kebingungan mendengar keluh-kesah anaknya yang lulus sekolah tidak mendapat pekerjaan.
Hal itu disampaikan Yeremia usai rapat paripurna hari ulang tahun Banten ke-26 di ruang rapat paripurna DPRD, KP3B, Curug, Kota Serang, Minggu 4 Oktober 2026.
“Kita berharap kedepan tidak ada orang tua yang kebingungan ketika anaknya lulus harus bekerja di mana,” ujar Yeremia.
Menurut Yeremia, tolok ukur pembangunan bukan sekedar berapa banyak program yang dibuat pemerintah, namun manfaatnya harus bisa dirasakan langsung masyarakat.
“Artinya berdampak tidak hanya sekadar melakukan perencanaan dan melaksanakan berbagai program, tetapi harus diukur apa dampaknya, apa manfaatnya, apa outcome-nya yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Selain persoalan pendidikan, Yeremia juga menyinggung masalah layanan kesehatan yang perlu diperbaiki. Dia tak ingin warga harus bertaruh nyawa demi mendapatkan akses kesehatan.
“Kita ingin ke depan tidak mendengar lagi bahwa ada warga banten yang meninggal hanya karena menunggu lama antrean di rumah sakit atau fasilitas kesehatan,” terangnya.
Disisi lain, Yeremia juga berharap kedepan tidak ada lagi persoalan kemiskinan yang melilit warga banten yang rumahnya kegelapan di malam hari.
“Kita berharap kedepan bahwa bagaimana masyarakat seuruh pelosok bisa terakses dengan kualitas yang baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yeremia meminta refleksi HUT ke26 Banten, harus jadi momentum untuk merengungkan sekaligus memperjuangkan cita-cita para tokoh terdahulu, demi mewujudkan Banten Maju, Mandiri, Sejahtera berlandaskan iman dan takwa.
“Kita masih melihat PR yang harus terus lakukan dan dipercepat ke depan dalam rangka mewujudkan cita cita berdirinya Provinsi Banten mewujudkan Banten maju, mandiri, sejahtera, berlandaskan iman dan takwa seperti yang dicita citakan oleh para pendiri tokoh Provinsi Banten,” tandasnya.





