BANTENCORNER.COM – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Beberan 19 Universitas Bina Bangsa menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Stop Bullying dan Pelecehan Seksual” di SD Negeri 2 Cimiung, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja pada Bidang Sosial, Budaya, Hukum, dan Pemberdayaan Masyarakat yang berfokus pada peningkatan pemahaman anak mengenai pentingnya menjaga diri, menghargai sesama, serta mencegah terjadinya berbagai bentuk kekerasan terhadap anak sejak usia dini.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh siswa-siswi SD Negeri 2 Cimiung dengan penuh semangat dan antusias. Mengingat anak-anak merupakan kelompok yang rentan menjadi korban perundungan maupun pelecehan seksual, edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting dalam membentuk karakter serta meningkatkan keberanian anak untuk mengenali, menghindari, dan melaporkan setiap tindakan yang dapat membahayakan diri mereka.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKM menjelaskan secara sederhana dan mudah dipahami mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti bullying verbal, fisik, sosial, hingga bullying melalui media digital. Para siswa juga diajak memahami bahwa tindakan mengejek, menghina, mengucilkan teman, menyebarkan berita bohong, maupun melakukan kekerasan fisik merupakan perilaku yang dapat memberikan dampak buruk bagi korban, baik secara fisik maupun psikologis.
Selain membahas mengenai bullying, materi sosialisasi juga memberikan edukasi tentang pencegahan pelecehan seksual terhadap anak. Mahasiswa KKM menjelaskan pentingnya mengenali batasan tubuh pribadi, memahami bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, serta mengajarkan langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan apabila menghadapi situasi yang membahayakan. Anak-anak diberikan pemahaman untuk selalu berani mengatakan “tidak”, segera menjauh dari pelaku, serta melapor kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.
Agar materi lebih mudah dipahami dan tidak membosankan, sosialisasi dikemas dengan metode pembelajaran yang interaktif melalui presentasi, diskusi, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab. Suasana yang komunikatif membuat para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Melalui permainan yang diberikan oleh mahasiswa KKM, anak-anak belajar mengenali contoh perilaku baik dan buruk dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memahami pentingnya saling menghormati dan menjaga satu sama lain.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Banyak siswa yang berani mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan maupun menyampaikan pendapat mengenai pengalaman yang pernah mereka lihat atau alami di lingkungan sekolah. Tidak sedikit pula siswa yang mengajukan pertanyaan seputar bullying dan pelecehan seksual karena ingin mengetahui cara membedakan perilaku yang wajar dengan tindakan yang termasuk kekerasan maupun pelecehan.
Melalui diskusi tersebut, mahasiswa KKM memberikan penjelasan secara bijaksana dan sesuai dengan usia peserta sehingga anak-anak memperoleh pemahaman yang benar tanpa menimbulkan rasa takut. Edukasi ini juga mendorong para siswa untuk lebih berani menjaga diri, tidak mudah terpengaruh oleh tindakan negatif, serta memiliki keberanian untuk berbicara apabila mengalami perlakuan yang tidak semestinya.
Pihak sekolah menyambut baik terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Edukasi mengenai bullying dan pelecehan seksual dinilai sangat penting mengingat lingkungan sekolah merupakan tempat anak-anak berinteraksi setiap hari. Dengan adanya pemahaman sejak dini, diharapkan siswa mampu membangun budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pengabdian Mahasiswa KKM Beberan 19 Universitas Bina Bangsa kepada masyarakat melalui pelaksanaan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi dunia pendidikan. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga sebagai mitra sekolah dalam memberikan edukasi yang relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa SD Negeri 2 Cimiung semakin memahami bahwa bullying dan pelecehan seksual bukanlah perilaku yang dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Sebaliknya, setiap anak memiliki hak untuk memperoleh rasa aman, dihormati, dilindungi, dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan fisik, mental, maupun sosialnya.
Mahasiswa KKM Beberan 19 Universitas Bina Bangsa berharap edukasi yang telah diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh siswa. Dengan dukungan pihak sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan tercipta generasi yang berani melindungi diri, menghormati orang lain, peduli terhadap sesama, serta mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying dan pelecehan seksual.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan anak semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh peserta didik.***








