BANTENCORNER.COM – Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) Provinsi Banten menggelar acara bertajuk “Meneguhkan Jiwa Kebangsaan, Membangun Kesejahteraan dan Menjaga Nilai-Nilai Ideologi Bangsa”, Senin, 12 Oktober 2026, di Aula DPUPR Provinsi Banten. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Banten.
Kegiatan ini dihadiri para pembicara yang berkompeten di bidangnya, antara lain Moh. Bahri, S. Pd.I., S.H. (Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Banten), Mayor Laut (PM) Riza Kestra Pernata, S.H., M.H. (Dandenpom Lanal Banten), serta Yusak Farchan, S.Sos., M.Si. (Akademisi & Pengamat Politik Citra Institute). Hadir pula jajaran pengurus GMPK DPD Banten dan perwakilan 18 organisasi kemahasiswaan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jendral DPD GMPK Banten, M. Fajri Ridwan, S.I.P., menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman tindakan.
”Kita tidak boleh membiarkan nilai-nilai Pancasila hanya menjadi hafalan di ruang kelas atau slogan dalam kegiatan seremonial. Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata: dalam kejujuran, keadilan, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian membela kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Selain itu, ia juga menekankan peran generasi muda sebagai pelaku sekaligus pengawal pembangunan.
”Mendukung pembangunan bukan berarti meniadakan sikap kritis. Ketika kebijakan membawa manfaat, mari kita dukung bersama. Ketika ada persoalan yang perlu diperbaiki, mari kita sampaikan melalui dialog dan cara-cara yang bermartabat. Kita ingin menjadi generasi yang mampu berpikir jernih, bersikap kritis, bertindak bijaksana, dan bekerja nyata untuk Banten dan Indonesia,” tangkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Moh. Bahri, S. Pd.I., S.H. (Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Banten), menegaskan bahwa jiwa kebangsaan yang kuat tercermin dari kepekaan terhadap warga yang tertinggal. Dalam dialog ini, ia melihat dua hal, perbaikan akses jalan di desa-desa yang sulit dijangkau saat ada keadaan darurat medis, serta penerapan program sekolah gratis yang harus benar-benar dirasakan hingga ke daerah terjauh.
Menurutnya, pembangunan yang berlandaskan semangat kebangsaan tidak boleh membiarkan warga kesulitan membawa keluarga sakit ke rumah sakit, dan tidak boleh ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.
Selain itu, juga turut mengapresiasi inisiatif GMPK menggelar Dialog Kebangsaan ini sebagai salah-satu cara untuk mengawal demokrasi.
”Teruslah mengawal demokrasi, mengawal tentang kebangsaan di provinsi Banten dari sisi mahasiswa dan pelajar melalui wadah GMPK,” ungkapnya.
”GMPK ini kan wadah baru ya bagi anak muda, bagi mahasiswa dan pelajar. Tentu terus membangun eksistensinya dengan lebih baik lagi. Dan saya melihat semangatnya luar biasa. Tinggal tentang kajiannya yang lebih konstruktif lagi, lebih tematik, lebih detail, lebih banyak lagi. Jadi biar lebih bagus, karena dengan berdiskusi itu mahasiswa akan lebih tajam, lebih kritis kan gitu. Dan tentu yang diharapkan adalah kritis yang konstruktif tentunya,” lanjutnya.
”Jadi sekali lagi selamat dengan kegiatan ini GMPK di Provinsi Banten dan terus berkiprah untuk selalu menjaga dan mengawal demokrasi, mengawal tatanan tentang kebangsaan di Provinsi Banten dari sisi mahasiswa dan pelajar melalui wadah GMPK,” tutupnya.
Sementara itu, para pembicara menguraikan berbagai perspektif: pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan, sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil dalam pemerataan pembangunan, serta tantangan ideologi yang dihadapi generasi muda di era digital. Diskusi berlangsung hangat, dengan peserta yang aktif menyampaikan pandangan seputar peran mahasiswa dalam pembangunan daerah yang berkeadilan.
Ketua Panitia Pelaksana Agus Handoko menyampaikan harapan besar dari kegiatan ini.
”Melalui dialog ini, kami berharap lahir pemahaman yang lebih kuat di antara kita bahwa pembangunan materiil tanpa fondasi jiwa bangsa yang kokoh tidak akan menciptakan kemajuan yang berkelanjutan. Semangat kebangsaan harus hidup di setiap langkah pembangunan kita,” tegasnya.
GMPK DPD Banten ingin Indonesia yang maju, tetapi tetap berakar pada Pancasila. Kita ingin pembangunan yang berkembang, tetapi tidak meninggalkan rakyat kecil. Kita ingin generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknolog, tetapi tetap memiliki karakter, integritas, dan kecintaan terhadap tanah air.
Acara ditutup dengan kesepakatan bersama untuk terus memperkuat silaturahmi antarorganisasi kemahasiswaan di Banten, bersinergi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, dan berkontribusi bagi kemajuan Provinsi Banten yang semakin sejahtera dan berkeadilan. ***







