PANDEGLANG – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) tahun 2025 membawa angin segar bagi masyarakat Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Melalui program tersebut, kelompok-kelompok petani mendapat dukungan pembangunan saluran irigasi untuk memperlancar distribusi air ke lahan persawahan.
Salah satu penerima manfaat adalah Kelompok P3A Sadang Bangkit, memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp195 juta dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3). Proyek pembangunan irigasi ini dilaksanakan di area persawahan Ranca Bereum, Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu.
Ketua Kelompok P3A Sadang Bangkit, Ade, menyampaikan terimakasih dan syukur atas realisasinya program pemerintah ini. Menurutnya, bantuan program dari pemerintah ini menjadi jawaban atas permasalahan petani yang selama ini menjadi kendala distribusi air, dan sering terjadi banjir ketika musim hujan tiba.
“Kami Sangat bersyukur, atas adanya program dari pemerintah ini akhirnya bisa direalisasikan. Masyarakat sangat berterima kasih kepada pihak desa Ciburial dan juga BBWSC3 Kementerian PUPR yang telah memberikan bantuan. Saat ini progres fisik pembangunan sudah hampir 90 persen, dan sudah di PHO tahap 2 selanjutnya menuggu PHO terkahir, mudah-mudahan segera selesai dan bisa digunakan oleh para petani,” Tutur Ade saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa 16 September 2025.
Ia menambahkan, keberadaan saluran irigasi yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat Karyautama. Selama ini, petani kerap kesulitan mengatur aliran air, terutama saat musim kemarau tiba. Dengan adanya jaringan irigasi yang diperbaiki, para petani optimistis hasil panen akan lebih maksimal.
Sementara itu, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Lukmanul Haqim menjelaskan bahwa Desa Karyautama tahun ini mendapatkan tiga kelompok penerima program P3A-TGAI, salah satunya Kelompok Karya Tani. Menurutnya, program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.
“Di Desa Karyautama ada tiga kelompok yang menerima bantuan P3A-TGAI, salah satunya adalah Karya Tani. Kami tentu berharap program ini bisa berjalan dengan lancar, sesuai aturan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat petani,” kata Lukmanul.
Kelompok tani juga menekankan kepada masyarakat pentingnya berperan aktif dalam mengawasi dan mendukung serta menjaga pelaksanaan program yang di turunkan pemerintah ini, agar hasil pembangunan bisa terjaga keberlanjutannya.
Dengan realisasi yang sudah mencapai 90 persen, masyarakat Desa Ciburial sangat senang pembangunan irigasi di wilayah Ranca Bereum ini dapat segera rampung. Harapannya, ke depan program ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi.







