BantenCorner– Saat ini seakan terjadi kesalahan mendasar yang dilakukan Perum Bulog dalam melakukan serapan padi di lapangan.
Sebab, Perum Bulog tidak bisa menyerap dengan maksimal karena tidak bekerja sama langsung dengan penggilingan padi kecil.
Para komunitas pengusaha penggilingan padi kecil di Banten menjerit, kerugian terus mengintai hingga terancam gulung tikar.
Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Provinsi Banten Anis Puad berharap pemerintah bisa lebih peduli kepada para pelaku usaha penggilingan padi kecil di Banten yang saat ini dihadapkan dengan masalah pasar.
Anis meminta Perum Bulog hingga perusahaan swasta di Banten tertutama Wilmar Padi Indonesia agar menggandeng penggilingan padi kecil untuk meningkatkan serapan beras saat musim panen raya.
“Kami harap Bulog ikut hadir dalam hal pengadaan, karena kan kalau panen raya ini posisi kita artinya lagi banyak bahan baku, selama ini kan Bulog dari impor semua belum ada pengadaan,” ujar Anis kepada wartawan di Serang, Jumat (29/3/2024).
“Jangan sampai Bulog itu nggak menyerap, masa kita selama ini harus impor terus, sedangkan wilayah Banten kan untuk produksi padi kan cukup banyak. Masa pemerintah kalah dengan perusahaan swasta,” katanya.
Dia memaparkan, selama ini persaingan penggilingan padi kecil kalah dengan perusahaan swasta seperti Wilmar Padi Indonesia.
“Kalau pemerintah mau hadir ya artinya untuk mengantisipasi harga, jangan sampai harga ini dimainkan sama pihak swasta,” katanya.
Memasuki panen raya, dia berkata, harga gabah petani hancur, diperparah serapan hanya dilakukan perusahaan swasta.
“Di wilayah Banten ada perusahaan swasta, dia bisa memainkan harga naik turun malah,” terang dia.
Saat ini, pemerintah masih memberlakukan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani berkisar Rp5.000 per kg.
“Harusnya diterbitkan yang terbaru. Harganya ini acuanya masih lama, kalau nggak salah GKP masih Rp5,500. Maksud saya minta yang terbaru berapa harganya? Artinya, petani ngggak jatuh banget harganya, selama ini petani beli pupuk susah, masa ketika panen raya harga dibawah kan, kasian juga petani,” pungkasnya.







