Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Fuso Berkah Ramadan 2026: Siaga 24 Jam dan Berbagi Kebahagiaan untuk Pengemudi Truk

    05 Maret, 2026

    Danrem 064 Maulana Yusuf: Karya Bakti di Lebak Turunkan Angka Kemiskinan

    05 Maret, 2026

    Modus WO Janji Pelunasan Khusus, Oknum Matel ACC BSD Malah Lakukan Penganiayaan dan Intimidasi

    04 Maret, 2026

    Kisah Septi : Dari Kelangitan di Kamboja di Kamboja Hingga Kebaikan Datang dari Demokrat Jabar

    04 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?
    NEWS

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    By Rizki Mubarok18 Februari, 20262 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Kebakaran hebat yang melanda PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan memicu kebocoran bahan kimia pestisida hingga mencemari aliran Sungai Cisadane sejauh 22,5 km. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap ekosistem sungai dan kesehatan warga yang mengandalkan sumber air tersebut. Laporan warga serta pantauan di lapangan menunjukkan indikasi kuat pencemaran residu kimia berbahaya, yang ditandai dengan perubahan warna air, bau menyengat, serta fenomena kematian ikan secara massal.

    “Kali Cisadane merupakan lebih dari sekadar sumber air, tetapi juga merupakan sumber kehidupan bagi ribuan orang. Jika pencemaran ini diabaikan, efeknya bisa menjadi lebih luas terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok yang rentan,” pungkas Arya Mauludi, Kordinator Wilayah II Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia.

    Dampak Lingkungan yang Mengkhawatirkan

    Zat kimia pestisida bersifat toksik dan berpotensi menyebabkan kematian ikan serta organisme air lainnya. Kerusakan ini mengganggu keseimbangan ekosistem sungai dan menurunkan keanekaragaman hayati. Selain itu, kandungan pestisida dapat terakumulasi dalam tubuh organisme (bioakumulasi) dan meningkat kadarnya dalam rantai makanan (biomagnifikasi), sehingga memperparah dampak pada predator, termasuk manusia.

    Ancaman Serius bagi Kesehatan Masyarakat

    Paparan pestisida melalui air tercemar maupun konsumsi ikan yang terkontaminasi berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Dalam jangka pendek, paparan dapat menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, mual, dan diare. Sementara itu, dalam jangka panjang, paparan berulang berpotensi memicu gangguan saraf, gangguan hormon, hingga peningkatan risiko penyakit kronis.

    Kerugian Ekonomi dan Sosial

    Pencemaran sungai berdampak langsung pada penurunan hasil tangkapan nelayan dan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya perairan. Selain itu, biaya pengolahan air bersih meningkat akibat perlunya proses penyaringan tambahan untuk memastikan keamanan konsumsi. Beban biaya kesehatan masyarakat juga berpotensi meningkat seiring munculnya penyakit akibat paparan bahan kimia berbahaya.

    Di sisi sosial, tercemarnya sungai mengurangi kualitas hidup warga serta menghilangkan fungsi sungai sebagai ruang interaksi sosial dan sumber kehidupan masyarakat.

    Krisis ini seharusnya menjadi kesempatan untuk menilai kembali kebijakan pengelolaan lingkungan dan pengendalian bahan kimia berbahaya. Melindungi sungai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah, pelaku bisnis, dan komunitas.

    Perlindungan sungai sebagai sumber kehidupan adalah tanggung jawab bersama. Upaya cepat, tegas, dan transparan sangat diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap generasi mendatang.

    Himapikani Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Fuso Berkah Ramadan 2026: Siaga 24 Jam dan Berbagi Kebahagiaan untuk Pengemudi Truk

    NEWS 05 Maret, 2026

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    Sultan Ageng Tirtayasa: Pemimpin Legendaris yang Berjuang Melawan Belanda

    Nyimas Gamparan, Pendekar Perempuan Gerilyawan Perang Cikande Melawan Kolonial

    Peran Banten dalam Penyebaran Islam di Jawa dan Sumatera

    Recent Post

    LPPL RSTG Diduga Jadi Sapi Perah Pribadi, Gagak Akan Demo di Kejagung

    04 Maret, 2026

    Politisi PDIP Ingatkan LPDP Bukan untuk Pansos, Ini Uang Rakyat!

    27 Februari, 2026

    LMND Serang Raya Soroti Kemiskinan dan Tata Kelola, Satu Tahun Pemerintah Budi Agis Dievaluasi

    24 Februari, 2026

    Ramadan Tanpa Khawatir Harga Mahal, Bulog Lebak-Pandeglang Siapkan Pasokan Melimpah dan Pasar Murah

    24 Februari, 2026

    Mantan Direktur PT ARA Jadi DPO RI-Cina, Diduga Gelapkan Ratusan Miliar

    24 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.