BANTEN CORNER – Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP) Universitas Pamulang (UNPAM) Serang, Banten menyelenggarakan Talkshow Kesetaraan Gender untuk yang pertama kalinya. Acara ini dihelat di Aula Gedung A LT.1 Kampus Unpam PSDKU Serang pada Kamis, 2 Mei 2024.

Talkshow yang bertajuk “Perjuangan Perempuan dalam Kesetaraan Gender dan Hak-Hak Perempuan di Seluruh Dunia” ini dihadiri oleh jajaran senat mahasiswa dari berbagai tingkat fakultas. Sebagai narasumber yang kompeten dan ahli dalam bidang ini, dipercayakan kepada Agisthia Lestari, S.sos., M.sos, selaku dosen Sistem Sosial Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan Unpam Serang.

Pada kesempatan itu, Agisthia membahas mengenai kesenjangan gender dalam pencapaian akademis. Pada pembukaannya, ia mengungkap bahwa perempuan sulit dalam mengakses pendidikan sehingga menghambat pencapaian akademis.

“Dalam dunia pendidikan seringkali jenis kelamin tertentu dianggap lebih dominan dalam pencapaian nilai-nilai akademis, padahal kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Selain stereotip yang ada pada perempuan mengenai tiga hal, yaitu dapur, sumur dan kasur menjadikan perempuan sulit dalam mengakses pendidikan sehingga menghambat pencapaian akademis yang seharusnya dimiliki oleh mereka,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa di Indonesia tidak ada aturan yang condong terhadap gender tertentu.

“Adanya nilai-nilai kesetaran yang menyimpang itu dikarenakan faktor kebiasaan dan budaya masyarakat yang hadir sejak lama. Sebenarnya, secara aturan dasar negara kita itu semuanya netral gender. Kebiasaan masyarakat serta nilai-nilai kesetaraan yang seharusnya ada. Karena sudah sangat lama ruang-ruang publik justru lebih ramah laki-laki dibandingkan ramah perempuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa nilai-nilai kesetaraan sudah semakin baik dan sudah banyak dilakukan di ruang-ruang penting.

“Di era modern ini, nilai-nilai kesetaraan sudah semakin baik dan sudah banyak dilakukan di ruang-ruang penting. Seperti di institusi pendidikan, industri, ruang publik yang sudah terbuka untuk semua gender dan hak-hak yang sudah terpenuhi. Sebagai contoh, adanya tenaga pendidik perempuan dalam posisi penting, cuti melahirkan dalam ranah industri dan pekerjaan, serta lebih pedulinya masyarakat terhadap keamanan ruang publik yang anti pelecehan. Namun, hal ini juga harus dibarengi dengan usaha yang lebih terutama dalam posisi penting yang biasanya di isi oleh laki-laki,” tegasnya.

Mewakili HIMIP, Dina Elvacia selaku ketua pelaksana mengatakan segenap harapannya stelah acara ini selesai.

“Setelah terselenggaranya acara ini, semoga kita bisa menerima ilmu dan menerapkannya ke lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat, sehingga pemikiran patriarki perlahan² mulai terhapus karna perempuan juga berhak untuk mendapatkan masa depan yang cerah seperti laki² dan perempuan mempunyai hak hak yang sama dan setara tiada pembeda gender atau pun identitas,” ujarnya.

“Saya harap acara talkshow ini juga dapat menjadi tonggak awal bangkitnya kesetaraan dan gerakan lanjutan dari gerakan-gerakan kesetaraan yang sebelumnya. Tidak hanya terhenti dalam satu moment dan pihak, namun terus berlanjut. Himip juga akan berkomitmen dengan mengimplementasikan nilai-nilai kesetaraan dalam berorganisasi, hal ini dilakukan sebagai bukti bahwa Himip Unpam Serang juga adalah organisasi yang ramah perempuan dengan menempatkan perempuan dalam bidang-bidang penting di dalam organisasi. Selain Himip, tentu diharapkan juga dapat diimplementasikan oleh banyak pihak terutama di ruang-ruang vital,” tegasnya.*

Leave A Reply

Exit mobile version