BANTENCORNER.COM- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah Komisariat Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMHB) melangsungkan kegiatan open donasi untuk korban banjir di Pandeglang. Donasi ini berlangsung selama empat hari, mulai dari hari jum’at, 6 November hingga 9 November 2024.
Hasan Munadi, selaku ketua umum PMII rayon dakwah mengatakan perihal tujuan diadakannya open donasi ini atas dasar kemanusiaan dan kepeduliannya sebagai mahasiswa PMII Rayon Dakwah untuk berbagi manfaat kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“Tujuan saya mengadakan open donasi ini tentunya atas dasar kemanusiaan, melihat saudara kita yang dipandeglang sangat butuh bantuan kita, selain itu, kita pengen berbagi kemanfaatan,” katanya.
Ia menjelaskan, total donasi yang terkumpul mencapai nominal lumayan besar untuk membantu para korban. Tidak hanya berupa uang, akan tetapi berupa barang-barang kebutuhan mendesak lainnya. Donasi yang terkumpul akan disalurkan pada hari selasa 10 November 2024, ke Kampung Surianeun Kec. Patia, Pandeglang.
“Untuk total keseluruhan uang yang terkumpul itu kurang lebih ada 1.200.000, juga kebutuhan yang kita prioratasin itu kemarin pertama pakaian, air bersih, makanan, peralatan bayi sama obat²an. Donasi itu akan kita salurkan ke Kampung surianeun, di Pandeglang,” tambahnya.
Di sisi lain, Lili, selaku ketua RT kampung Surianeun mengatakan banjir ini terjadi mulai dari hari selasa malam tanggal 3 Desember, setelah diguyur hujan selama tiga hari sejak tanggal 1 hingga 3 Desember 2024. Ia juga menambahkan, penyebab dari terjadinya banjir ini karena faktor alam dan juga tanggul yang belum selesai secara maksimal.
“Banjir mulai malam Selasa tanggal 3, ujannya itu dari tanggal 1,” Jelasnya. Penyebab banjir ya namanya juga faktor alam gitu, pemerintah udah berusaha bikin tanggul, tapi tanggul nya belum selesai belum 100 persen,” tambahnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir ini, namun Lili mengaku sempat mendengar isu mengenai warga yang hanyut, meskipun belum terkonfirmasi kebenarannya. Lili juga berharap, setelah tanggul yang ada selesai dibangun, pemerintah dapat membuat tanggul tambahan yang lebih tinggi untuk antisipasi adanya banjir yang serupa.
“Alhamdulillah gak ada korban jiwa, cuma saya denger-denger ada yang tenggelem, katanya hanyut gitu, tapi belum pasti juga. Harapan saya mungkin kalo tanggul nya udah jadi itu, bikin tanggul lagi gitu, dinaikin lagi gitu,” Tegasnya.***




