Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    ASDP Catat Peningkatan Arus Mudik, Heru Widodo: 6,8% Penumpang dan 18% Kendaraan

    19 Maret, 2026

    Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, Komisi III DPR RI Beri Apresiasi Dirut ASDP Heru Widodo

    19 Maret, 2026

    Polres Tangerang Kota Berhasil Tangkap 14 Terlapor, Ungkap Ragam Modus Curas Sepenjang Ramadan

    18 Maret, 2026

    Launching Bantuan Pangan Jelang Lebaran, Bulog Berikan Bantuan ke Lebak-Pandeglang

    18 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»ARTIKEL»Mengungkap Kejayaan Kesultanan Banten dan Pengaruhnya di Asia Tenggara
    ARTIKEL

    Mengungkap Kejayaan Kesultanan Banten dan Pengaruhnya di Asia Tenggara

    By Sae18 Januari, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Kamu pernah nggak sih dengar tentang Kesultanan Banten? Kalau iya, mungkin yang terlintas di pikiran kamu cuma soal tempat wisata atau kuliner khas seperti empal gentong atau sate bandeng.

    Tapi, tau nggak kalau Kesultanan Banten dulu pernah berjaya banget, sampai-sampai pengaruhnya terasa di kawasan Asia Tenggara?

    Yap, Kesultanan Banten bukan cuma tentang benteng-benteng tua atau Masjid Agung yang megah, tapi juga cerita tentang kekuatan maritim, perdagangan internasional, dan jaringan politik yang bikin Banten jadi pusat perhatian dunia.

    Zaman dulu, Asia Tenggara adalah area yang sibuk banget. Pedagang dari Cina, India, Timur Tengah, hingga Eropa berlalu-lalang di jalur-jalur pelayaran.

    Nah, Banten hadir sebagai salah satu pelabuhan strategis di ujung barat Pulau Jawa yang bikin para pedagang asing rela mampir buat singgah.

    Tapi, Banten nggak cuma “numpang lewat” dalam sejarah, mereka justru jadi pemain utama yang bikin peta ekonomi dan politik kawasan ini terus berubah.

    Kejayaan Kesultanan Banten: Dari Pelabuhan Hingga Kerajaan

    Kesultanan Banten mulai bersinar di abad ke-16, tepatnya setelah berhasil melepaskan diri dari kerajaan Sunda Pajajaran dan mendirikan kekuasaan Islam di wilayah barat Pulau Jawa.

    Sultan Maulana Hasanuddin adalah sosok di balik kemunculan Banten sebagai salah satu kesultanan besar. Di bawah kepemimpinannya, Banten tumbuh jadi kota pelabuhan internasional.

    Bayangin aja, pelabuhan Banten jadi semacam “meeting point” untuk pedagang dari berbagai negara. Bukan cuma karena lokasinya strategis, tapi juga karena Banten terkenal dengan lada berkualitas tinggi.

    Lada ini jadi komoditas emas yang bikin para pedagang Eropa seperti Portugis dan Belanda berlomba-lomba buat menguasai perdagangan di sini.

    Kesultanan Banten juga pintar banget soal diplomasi. Mereka menjalin hubungan baik dengan berbagai kekuatan di Asia Tenggara, seperti Kesultanan Aceh dan Johor, sekaligus menghadapi ancaman kolonial Eropa.

    Strategi politiknya nggak main-main, karena Sultan-sultan Banten paham betul gimana caranya memanfaatkan jaringan perdagangan untuk memperkuat posisi mereka.

    Pengaruh Banten di Asia Tenggara

    Kesultanan Banten bukan cuma soal ekonomi dan perdagangan, tapi juga budaya dan agama. Sebagai kesultanan Islam, Banten punya peran besar dalam penyebaran agama Islam di wilayah Asia Tenggara.

    Sultan Maulana Hasanuddin dan penerusnya aktif mendukung pengajaran agama Islam, mendirikan masjid, dan mengembangkan pendidikan keagamaan. Masjid Agung Banten, yang sampai sekarang masih berdiri megah, adalah salah satu buktinya.

    Selain itu, Banten punya pengaruh budaya yang nggak bisa diremehkan. Tradisi seni seperti debus dan tari-tarian khas Banten menunjukkan betapa kuatnya identitas budaya mereka.

    Bahkan, gaya arsitektur Banten juga punya sentuhan unik yang memadukan unsur lokal dan Islam.

    Sayangnya, kejayaan Kesultanan Banten mulai meredup di abad ke-18 akibat tekanan kolonial Belanda.

    Namun, jejak kejayaan mereka masih bisa kita lihat sampai sekarang, baik dalam bentuk bangunan, tradisi, maupun cerita-cerita sejarah yang diwariskan turun-temurun.

    Warisan yang Masih Hidup

    Meskipun Kesultanan Banten udah nggak ada, warisannya tetap hidup di hati masyarakat. Banyak tradisi dan situs sejarah yang jadi saksi bisu betapa hebatnya kesultanan ini di masa lalu.

    Misalnya, Keraton Kaibon dan Keraton Surosowan yang meskipun sudah tinggal puing-puing, tetap menyimpan aura kemegahan.

    Jadi, kalau kamu main ke Banten, jangan cuma cari wisata modern. Luangkan waktu buat eksplorasi jejak sejarah Kesultanan Banten yang ternyata punya pengaruh besar, nggak cuma di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara.

    Mengenal kejayaan Kesultanan Banten, dari pusat perdagangan internasional hingga pengaruhnya di Asia Tenggara, yang masih terasa hingga kini.***

    Banten Kesultanan Banten Sultan Maulana Hasanuddin
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Asal-usul Nama Banten: Dari Mitologi hingga Fakta Sejarah

    ARTIKEL 21 Januari, 2025

    Tradisi dan Budaya Banten Zaman Kesultanan yang Masih Hidup Hingga Kini

    Heru Widodo Cek Posko Lebaran, ASDP Bantu Pemudik Dapatkan Tiket Kapal

    IWO-I Se-Banten Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Pandeglang

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    Recent Post

    Serangan Andrie Yunus: IMM Sumenep Minta Usut Hingga Otak Intelektualnya

    18 Maret, 2026
    Heru Widodo Saat Menyapa Pengguna Jasa Penyebrangan ASDP

    Heru Widodo: Puncak Arus Mudik 18 Maret, 18.000 Kendaraan Sudah Check-in di Pelabuhan Merak

    18 Maret, 2026

    Heru Widodo: Arus Mudik 2026 Terbilang Lancar Berkat Kebijakan Strategis

    17 Maret, 2026

    Video Yusuf Manubulu Hina Islam Viral, Pengurus Harian Abdi Rakyar Laporkan ke Polisi

    16 Maret, 2026

    Video TikTok Yusuf Manubulu Sebut ‘Allah Seperti Mucikari’, Ormas KITA Laporkan ke Polisi Sebagai Dugaan Penistaan Agama

    16 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.