Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    KKM 55 UNIBA Luncurkan Website BUMDes Melon, Dorong Digitalisasi Ekonomi Desa Margasana

    21 Agustus 2026

    Anak Buah Prabowo Ajak Pemuda Terus Mengabdi

    21 Agustus 2026

    Program CKG Diklaim Tembus 5,9 Juta Warga

    21 Agustus 2026

    Andra Soni Pamer Capaian Pembangunan di Depan WH Cs

    21 Agustus 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Tradisi dan Budaya Banten Zaman Kesultanan yang Masih Hidup Hingga Kini

    Tradisi dan Budaya Banten Zaman Kesultanan yang Masih Hidup Hingga Kini

    Kang Fae21 April 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER – Banten, sebagai salah satu wilayah bersejarah di Indonesia, menyimpan banyak peninggalan budaya dari masa kejayaan Kesultanan Banten. Meskipun zaman telah berubah dan sistem pemerintahan kerajaan sudah lama tidak berlaku, berbagai tradisi dan budaya yang tumbuh di masa Kesultanan tetap hidup dan dijaga oleh masyarakat Banten hingga hari ini. Warisan-warisan ini menjadi pengingat akan identitas dan kekayaan budaya yang telah membentuk karakter masyarakat Banten dari masa ke masa.

    Kesultanan Banten berdiri pada abad ke-16 dan mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Ageng Tirtayasa. Pada masa itu, Banten bukan hanya pusat kekuasaan politik dan ekonomi, tetapi juga pusat penyebaran Islam dan budaya. Unsur Islam sangat kental dalam kehidupan masyarakat dan menjadi landasan banyak tradisi yang diwariskan. Salah satu contohnya adalah budaya ziarah ke makam para wali dan sultan, seperti makam Sultan Maulana Hasanuddin di kompleks Masjid Agung Banten. Sampai sekarang, makam ini masih ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah, terutama pada hari-hari besar Islam atau dalam rangka mencari keberkahan.

    Masjid Agung Banten sendiri adalah bukti nyata dari kebesaran budaya Banten zaman dahulu. Arsitekturnya unik, memadukan unsur lokal, Islam, Tiongkok, dan Eropa, mencerminkan keterbukaan Banten sebagai pelabuhan internasional di masa lalu. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, keagamaan, dan budaya masyarakat sekitar. Aktivitas keagamaan seperti pengajian, peringatan Maulid Nabi, dan tradisi Rajaban (peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad) masih rutin digelar hingga kini, memperlihatkan kesinambungan budaya Islam yang kuat sejak masa kesultanan.

    Selain itu, tradisi Debus adalah salah satu warisan budaya Banten yang paling terkenal. Debus merupakan seni bela diri yang dibalut dengan kekuatan spiritual. Pertunjukan debus biasanya memperlihatkan atraksi kebal senjata tajam, tahan api, atau bahkan menelan besi, yang dipercaya sebagai bentuk ketahanan fisik dan spiritual yang diperoleh melalui latihan zikir dan puasa. Debus berkembang pesat di masa Kesultanan sebagai bentuk pembinaan mental dan fisik prajurit kerajaan. Hingga kini, Debus masih sering dipertunjukkan dalam acara adat, peringatan hari besar, atau dalam festival budaya Banten.

    Budaya Rampak Bedug juga merupakan warisan yang masih lestari. Tradisi memukul bedug secara serempak ini biasanya dilakukan untuk menyambut bulan Ramadan, Idul Fitri, atau dalam perayaan hari-hari besar lainnya. Bedug sendiri memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat Banten, bukan hanya sebagai penanda waktu salat, tetapi juga sebagai simbol komunikasi dan semangat kebersamaan. Rampak Bedug saat ini sudah berkembang menjadi seni pertunjukan yang sering mewakili Banten dalam ajang seni tingkat nasional maupun internasional.

    Dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai budaya Kesultanan Banten juga terlihat dari adat dan norma sosial masyarakat, terutama dalam hal sopan santun, tata cara pernikahan, hingga cara bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Tradisi musyawarah mufakat yang masih dijaga di desa-desa, serta penghormatan terhadap orang tua dan tokoh masyarakat, merupakan cerminan dari nilai-nilai Islam yang ditanamkan sejak masa Kesultanan.

    Tidak hanya itu, bahasa dan sastra lokal juga menjadi bagian dari budaya yang masih bertahan. Bahasa Sunda Banten yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari tetap menjadi identitas lokal yang dibanggakan. Dalam cerita rakyat dan dongeng yang diceritakan dari generasi ke generasi, seperti kisah Si Kancil atau legenda rakyat lainnya, terlihat bagaimana budaya lisan masih menjadi sarana penting dalam pelestarian tradisi.

    Dari berbagai sisi tersebut, jelas bahwa tradisi dan budaya Banten zaman Kesultanan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat ini. Warisan budaya itu terus hidup, tumbuh, dan berkembang bersama perubahan zaman, menjadi akar yang kuat bagi identitas masyarakat Banten modern. Upaya pelestarian melalui pendidikan budaya, festival seni, dan pengembangan wisata sejarah menjadi salah satu kunci agar budaya luhur Banten tetap dikenal dan dihargai oleh generasi muda di masa depan.

    Debus Banten Kesultanan Banten Rampak Bedug Tradisi Banten
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Semarak Kemerdekaan, Warga Kampung Risah Tumpah Ruah

    NEWS 18 Agustus 2026

    Perkuat Pemasangan Ptoduk, KKM 25 Uniba Pasang Media Promosi untuk Mendukung UMKM

    KKM Kelompok 30 UNIBA Gelar Seminar PHBS di MA Al-Khairiyah Pontang 

    Tanam Tanaman Obat, KKM 25 Singamerta Wujudkan Desa Sehat dan Mandiri

    Membangun Literasi di Pesisir, KKM UNIBA dan FTBM Serang Gelar Penguatan Peran TBM

    Recent Post

    Bukan Karena Pejabat Tapi Karena Rakyat, Orok Menes Apresiasi Semangat Mekarsari

    20 Agustus 2026

    Semarak Kemerdekaan, KKM 78 Sumurbandung Ajak Warga Seru-seruan Lewat Beragam Lomba

    20 Agustus 2026

    Dari Hutan ke Ekonomi Berkelanjutan, Arif Rahman Tekankan Pentingnya SVLK

    20 Agustus 2026

    Mahasiswa KKM UNIBA Buat X-Banner Pelayanan Desa dan Panduan Website di Sukadaya

    20 Agustus 2026

    LPPM Lakukan Monitoring dan Evaluasi KKM Kecamatan Cikulur di Posko Kelompok 78 Sumurbandung

    20 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.