Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Kata Kemendagri Soal Pertumbuhan Ekonomi Banten

    5 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Gubernur Andra Soni: Pembangunan Harus Terus Bergerak dan Maju Berdampak

    5 Oktober 2026

    Komisi V DPRD Nilai Danang Hamas Nugroho Layak Pimpin Dinkes Banten: Beliau Sudah Banyak Berkecimpung di Bidang Kesehatan

    5 Oktober 2026

    Apresiasi Kinerja Dirut RSUD Banten dr. Danang, Komisi V DPRD Banten: Pelayanan Pro Aktif, Semakin Meningkat

    5 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Kadindikbud Kota Serang Ngamuk saat Sidak di SDN Karangantu: Toilet Berantakan hingga Guru Menangis

    Kadindikbud Kota Serang Ngamuk saat Sidak di SDN Karangantu: Toilet Berantakan hingga Guru Menangis

    Roy Goozly20 Mei 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, saat sidak MCK di SDN Karangantu yang tidak terawat hingga pintu toilet lepas | Dok. Roy-Bantencorner.com
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, meluapkan kemarahan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Negeri Karangantu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Rabu, 20 Mei 2026.
    ‎
    ‎Kemarahan itu meledak setelah ia menemukan kondisi fasilitas sanitasi dan toilet sekolah berantakan, kotor, dan berbau tidak sedap. Padahal bangunan tersebut merupakan bantuan langsung dari Walikota Serang Budi Rustandi secara swadaya.
    ‎
    ‎”Kita hari ini melakukan sidak ke SD Negeri Karangantu dalam rangka menjaga lingkungan sekolah yang bersih, terutama sanitasi dan toilet. Tapi ketika kita cek ke sini ternyata toiletnya acak-acakan dan bau. Pak Walikota sangat peka dan sangat ingin sekolah itu bersih, terutama sanitasi lingkungan,” tegas Ahmad Nuri kepada wartawan.
    ‎
    ‎Ia mengaku sudah tiga kali berkunjung ke sekolah ini khusus untuk memastikan kondisi fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) berjalan baik, bahkan instruksi juga sudah disampaikan langsung oleh Walikota Serang.
    ‎
    Namun, menurutnya Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Karangantu sama sekali tidak menunjukkan kepedulian, cenderung menutup mata, dan enggan melakukan perubahan sikap maupun perilaku untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang layak.
    ‎
    ‎”Saya marah itu karena sudah tiga kali ke sini untuk memastikan MCK itu. Pak Walikota sampai instruksi berapa kali. Jadi memang dia (kepala sekolah) tidak peduli, terlalu budeg, tidak mau ada perubahan sikap dan perilaku yang baik untuk menjaga kebersihan sekolah,” kesalnya.
    ‎
    ‎Kondisi fasilitas sekolah pun memprihatinkan. Pintu-pintu MCK rusak hingga copot, fasilitas tidak terawat, dan kebersihan sangat minim. Padahal, sekolah memiliki anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pemeliharaan dan perbaikan. Situasi ini memicu kekecewaan mendalam bagi sejumlah guru yang sebenarnya peduli.
    ‎
    ‎Terungkap pula adanya guru yang menangis saat berbicara dengan Kadis Dindikbud sidak. Menurut Nuri, guru tersebut menangis lantaran frustasi dengan kepala sekolah yang tidak pernah menindaklanjuti atau memberikan contoh baik kepada bawahannya.
    ‎
    ‎”Guru yang nangis itu karena dia sudah berupaya pengen mengajukan pemeliharaan supaya bersih beberapa kali, tapi tidak diberikan contoh oleh kepala sekolahnya. Dia beberapa kali melakukan proses permohonan, pintu acak-acakan supaya diperbaiki. Masa pintu MCK sampai copot dibiarkan, fasilitas lainnya acak-acakan,” ungkapnya.
    ‎
    ‎Nuri menegaskan, bangunan MCK yang rusak dan kotor itu sejatinya adalah bantuan swadaya dari Walikota Serang agar warga sekolah memiliki fasilitas yang sehat dan bersih.
    ‎
    Namun kenyataannya, hingga saat ini fasilitas tersebut tidak terpelihara sama sekali, padahal anggaran pemeliharaan tersedia.
    ‎
    ‎”Iya itu ruang MCK itu hasil bantuan dari Pak Wali secara swadaya supaya bisa menjaga kebersihan. Tolong dijaga. Saya ke sini juga memastikan fungsinya, tapi tiba-tiba sampai sekarang acak-acakan tidak terpelihara, padahal ada anggaran BOS,” tegasnya.
    ‎
    ‎Dindikbud pun telah mengambil langkah tegas. Kepala Sekolah bersangkutan dipanggil hari itu juga oleh petugas Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk dimintai keterangan sekaligus mendapatkan peringatan keras.
    ‎
    Pasalnya, lokasi sekolah berada di pinggir jalan utama dan jalur menuju kawasan wisata Karangantu, sehingga kondisi kumuh sangat mencoreng citra pendidikan di Kota Serang.
    ‎
    ‎”Kita sesuai perintah Pak Wali, akan dipanggil dan berikan peringatan kepala sekolahnya. Ini kan sekolah pinggir jalan, tempat wisata ke Karangantu dan lainnya. Kalau sekolah kumuh begini kan repot,” ujarnya.
    ‎
    ‎Terkait sanksi, Nuri menyebut akan ada evaluasi kinerja menyeluruh. Mekanisme peringatan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari peringatan pertama, kedua, hingga ketiga sesuai peraturan yang berlaku.
    ‎
    Jika hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada perubahan berarti dan kepala sekolah tetap tidak bekerja maksimal, sanksi terberat berupa pencopotan jabatan bukan hal yang mustahil dilakukan.
    ‎
    ‎”Evaluasi kita lakukan sesuai aturan. Kalau misalkan ternyata udah tiga kali ke sini, kalau memungkinkan kita lakukan itu semua. Kita lihat dia mau tidak kerja untuk memberikan pelayanan pendidikan dengan baik,” pungkasnya.

    Dindikbud Guru Menangis Kepsek Ditegur MCK Pendidikan Perawatan Fasilitas Sanksi SDN Karangantu Sidak
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    NEWS 4 Oktober 2026

    Berbagi Hidup dan Sehat Bersama, Kejati Banten Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di HUT Kejaksaan

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang Segera Digelar, Gus Robi Bicara Estafet Kepemimpinan

    Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Kehilangan Kendali atas Pikirannya Sendiri

    Recent Post

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    4 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    4 Oktober 2026

    Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang Segera Digelar, Gus Robi Bicara Estafet Kepemimpinan

    3 Oktober 2026

    DPRD Banten Gelar Istighasah, Doakan Banten Sejahtera dan Jurnalis Hilang Segera Ditemukan

    1 Oktober 2026

    Jejak Hukum Hilang 16 Tahun, HGU PT Letawa 267,8 Hektar Dilaporkan Dugaan Korupsi ke Kejati Sulbar

    1 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.