BANTENCORNER.COM – Sekelompok Mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 36 di Desa Kertasana, Pagelaran, Banten pada Rabu, 9 Juli 2025 membuahkan hasil yang luar biasa. KKM 36 menemukan potensi ekspor yang besar dari budidaya ikan koki jenis rancu yang telah dijalankan warga setempat selama 2,5 tahun.
Budidaya ikan koki ini menerapkan standar kualitas tinggi. Perawatan ekstra ketat, pemberian pakan halus untuk ikan kecil, serta pengemasan dengan air steril dan oksigen, memastikan kualitas produk yang prima. Ketekunan warga Desa Kertasana membuahkan hasil, ikan koki mereka telah menembus pasar internasional, diekspor hingga ke Tangerang dan Jepang.
“Kualitas ikan koki rancu dari Desa Kertasana benar-benar luar biasa. Standar perawatan yang tinggi dan proses pengemasan yang higienis telah menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar internasional,” pungkas Ana Aulia, anggota KKM kepada Tim Bantencorner saat diwawancarai.
Ikan koki terbesar dapat mencapai ukuran maksimal dalam waktu satu tahun, berkat perawatan dan kebersihan kolam yang dilakukan secara intensif pembersihan mingguan dengan sikat dan pengeringan total.

Selain budidaya ikan koki, Desa Kertasana juga memiliki industri pengolahan emping yang berkembang pesat. Warga memproduksi dan memasarkan emping baik secara langsung ke luar daerah maupun melalui pengepul, menunjukkan semangat wirausaha yang tinggi dan potensi besar sektor UMKM.
“Melalui kegiatan KKM ini, kami ingin mengangkat dan mempromosikan potensi lokal Desa Kertasana, khususnya budidaya ikan koki rancu dan pengolahan emping yang telah mencapai pasar internasional,” jelas Bunga Inayatul Kania, salah-satu anggota KKM kepada awak media.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan ketekunan, inovasi, dan dukungan yang tepat, potensi desa dapat berkembang pesat dan bersaing di pasar global.***







