BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 68 sukses melaksanakan program Ekonomi Kreatif pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pembuatan e-commerce dan labeling brand di Desa Bojong Soang, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 22 Juli 2025, sebagai bagian dari upaya KKN untuk meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
Kegiatan pendampingan UMKM dalam pembuatan e-commerce dan labeling brand ini dilakukan pada pelaku usaha yang bernama Ibu Siti Halimah. Beliau adalah pelaku usaha UMKM yang ada di Desa Bojong Pandan.
Pendampingan yang dilakukan oleh Kelompok 68 ini mencakup pelatihan komprehensif mengenai langkah-langkah pembuatan toko online di berbagai platform e-commerce populer, serta strategi efektif dalam mendesain dan menerapkan labeling brand yang menarik dan mudah dikenali. Para mahasiswa membimbing langsung para pelaku UMKM, mulai dari proses pendaftaran akun, pengelolaan katalog produk, hingga optimasi fitur-fitur penjualan online.
Isti, perwakilan KKM 68 mengatakan bahwa untuk memperluas pasar, perlu memanfaatkan e-commerce. Menurutnya, banyak UMKM yang belum menerapkan ini.
“Kami melihat masih banyak UMKM yang belum sepenuhnya memanfaatkan potensi e-commerce untuk memperluas pasar mereka,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Hugo yang juga anggota KKM ikut membuka suara. Ia berharap UMKM lebih dapat lebih maju setelah adanya pendampingan ini.
“Melalui pendampingan ini, kami berharap produk-produk UMKM lokal dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan memiliki identitas brand yang kuat,” tandasnya.
Para peserta UMKM menyambut baik inisiatif ini. Ibu Siti Halimah salah satu pemilik usaha keripik singkong dan umbi, mengungkapkan rasa terima kasih.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Sekarang kami jadi lebih paham bagaimana cara berjualan online dan membuat brand kami lebih dikenal,” katanya.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut, membantu mereka beradaptasi dengan perubahan pasar, dan meningkatkan kapasitas digitalisasi usaha. Mahasiswa KKN Kelompok 68 berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan UMKM melalui berbagai program inovatif lainnya.***







