BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 68 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) berhasil meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten pada Kamis, 24 Juli 2025 melalui implementasi alat penabur pupuk jagung mekanis. Program ini, yang didukung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Serang, merupakan bagian dari upaya modernisasi pertanian di tingkat desa.
Penggunaan alat ini terbukti efektif memangkas waktu dan biaya pemupukan. Berdasarkan data yang dihimpun, efisiensi waktu mencapai 60% dibandingkan metode manual. Petani kini dapat melakukan pemupukan sendiri dengan lebih cepat dan merata, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja tambahan. Penghematan biaya tenaga kerja ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan bersih petani.
“Dengan alat ini, proses pemupukan menjadi lebih efisien dan efektif. Kami berharap program ini dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani di Desa Bojong Pandan,” ungkap Ossy, perwakilan mahasiswa KKM 68.
Keberhasilan program ini menjadi potensi modernisasi pertanian di tingkat desa. Penggunaan teknologi sederhana ini sangat efektif dapat direplikasi di daerah lain untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian. Pemerintah Kabupaten Serang berencana untuk mengevaluasi program ini dan mempertimbangkan perluasannya ke desa-desa lain.
Lebih lanjut, program ini juga memberikan dampak positif pada lingkungan. Pemupukan yang lebih merata dan efisien dapat meminimalisir pemborosan pupuk dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Ke depan, pemantauan dan evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program dan dampak positifnya bagi petani. Pemerintah Desa Bojong Pandan juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani agar dapat menggunakan alat ini secara optimal.
Keberhasilan Desa Bojong Pandan dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui implementasi teknologi sederhana ini diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Modernisasi pertanian tidak selalu membutuhkan teknologi canggih dan mahal, tetapi juga dapat dimulai dari inovasi sederhana yang berdampak besar.***







