BANTENCORNER.COM – Dalam rangka mendukung program pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan teknologi tepat guna, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 43 Universitas Bina Bangsa melaksanakan kegiatan pendistribusian dan perkenalan alat tanam benih ergonomis sederhana kepada masyarakat di Kampung Bunar, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin, 28 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja di bidang Teknologi Tepat Guna (TTG) yang bertujuan menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat untuk menunjang aktivitas pertanian masyarakat lokal. Salah satu bentuk kontribusi nyata dari kegiatan ini adalah pembuatan alat tanam benih ergonomis yang dirancang khusus untuk membantu petani dalam proses penanaman berbagai jenis benih secara lebih efisien dan teratur.
Alat ini dibuat menggunakan material sederhana dan ramah lingkungan, seperti pipa PVC bekas dan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Dengan desain yang ergonomis, alat ini memungkinkan petani menanam benih dengan lebih cepat, rapi, serta mengurangi kelelahan fisik yang biasanya terjadi saat proses tanam secara manual.
Pendistribusian dilakukan langsung di lahan pertanian milik warga. Selain menyerahkan alat, mahasiswa juga memberikan edukasi tentang cara penggunaan, perawatan, serta manfaat dari alat tersebut dalam meningkatkan efektivitas penanaman. Masyarakat menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan harapan agar alat ini dapat digunakan secara berkelanjutan dalam kegiatan bertani mereka.
Koordinator kegiatan, Oktiyana Intan, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui solusi yang tepat guna dan mudah diaplikasikan.
“Kami berharap alat ini dapat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan kerja saat menanam benih. Inovasi ini memang sederhana, tapi kami buat dengan mempertimbangkan kenyamanan dan fungsinya secara langsung di lapangan,” ujarnya.
Salah satu petani yang tidak ingin disebutkan namanya yang menerima alat ini turut menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengungkapkan dengan adanya alat ini, pasti akan memudahkan pekerjaannya.
“Dengan adanya alat ini, sangat membantu petani dalam proses penanaman benih. Pekerjaan jadi lebih cepat, rapi, dan efisien dibandingkan cara manual. Intinya, alat ini sangat bermanfaat dan sangat membantu kami,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKM Kelompok 43 Universitas Bina Bangsa membuktikan bahwa teknologi tepat guna tak harus mahal atau kompleks, namun cukup disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan mampu memberikan dampak nyata. Inovasi sederhana ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan di tingkat desa.***







