BANTENCORNER.COM – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, menimbulkan polemik. Para pedagang mengaku tidak mendapat kejelasan lokasi relokasi setelah tempat usaha mereka dibongkar pada 17 Juli 2025. Ketidakjelasan ini memicu audiensi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang pada Senin 28 Juli 2025. Audiensi tersebut turut dihadiri Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (S.W.O.T) Cabang Serang dan PP HAMAS yang mendampingi para pedagang.
Salah-satu pedagang, N, (Nama Samaran) mengungkapkan kekecewaannya atas proses relokasi yang dinilai tiba-tiba. Selain itu, para pedagang juga mempertanyakan data pedagang yang tercatat di Disparpora.
“Surat penggusuran muncul tanggal 16, terutama di area Rabat, dan tanggal 17 kami langsung digusur. Memang ada surat peringatan, tapi sehari sebelum penggusuran tidak ada informasi apa pun, tiba-tiba langsung dieksekusi. Kami ingin data kami tercatat secara resmi. Sebelum audiensi, tercatat ada 11 pedagang, namun setelah pertemuan jumlahnya bertambah menjadi 13. Berdasarkan data yang saya miliki secara valid, total ada 19 pedagang,” tegas N.
Para pedagang pun menuntut solusi berupa lokasi berjualan sementara sambil menunggu pembangunan lapak baru.
“Kami ingin difasilitasi tempat sementara untuk berdagang. Selain itu, kami juga meminta izin untuk ikut berjualan pada momen Serang Fair awal Agustus ini, bahkan harapan kami bisa langsung mulai berjualan hari ini,” jelas N.
Menanggapi hal tersebut, dalam audiensi, Disparpora Kota Serang memberikan dua alternatif lokasi bagi para pedagang, yaitu tetap berdagang di area Pasar Lama atau dipindahkan ke wilayah Kepandean.
Ketua Umum Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik S.W.O.T Cabang Serang Erick akrab dengan panggilan (Kecap) menyampaikan kepuasan atas hasil audiensi, yang menurutnya telah menghasilkan jawaban dan solusi bagi tuntutan para pedagang.
“Pasca Audiensi ini Kita Mendapatkan jawaban serta solusi dari tuntutan yang kita bawa bersama para pedagang kaki lima Stadion Maulana Yusuf Serang,” ungkapnya pada awak media pada Selasa, 29 Juli 2025.
Tak hanya itu, ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung kebijakan pemerintah yang berdampak positif bagi kesejahteraan pedagang, khususnya UMKM di Stadion Maulana Yusuf Serang.
“Tentunya kita akan terus mengawal dan mendukung penuh apa yang menjadi kebijakan pemerintah kalau itu baik untuk kesejahteraan pedagang khususnya UMKM stadion Maulana Yusuf,” tegasnya.***




