BANTENCORNER.COM – Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 68 Universitas Bina Bangsa berhasil memberdayakan masyarakat Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, melalui sosialisasi budidaya hidroponik. Kegiatan yang berlangsung Rabu, 30 Juli 2025, ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat.
Sosialisasi yang digelar selama dua jam tersebut, berfokus pada edukasi dan literasi pertanian modern. Tidak hanya sekadar mengajarkan teknik penanaman, mahasiswa juga menjelaskan prinsip dasar pertanian berkelanjutan, kebutuhan nutrisi tanaman, dan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem. Hal ini sejalan dengan tujuan KKM untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi pertanian.
Ketua Kelompok KKM 68, Lutfi Septiyadi, mengungkapkan bahwa pemilihan metode hidroponik didorong oleh keterbatasan lahan di Desa Bojong Pandan.
“Kami melihat potensi besar di Desa Bojong Pandan untuk mengembangkan pertanian hidroponik. Metode ini hemat tempat, efisien dalam penggunaan air, dan berpotensi sebagai sumber pendapatan baru,” ujar Lutfi.
Anggota kelompok yang bertanggung jawab di bidang sosial budaya, Tiyas, ikut memaparkan pendapatnya.
“Selain hemat lahan dan air, hidroponik juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan materi sosialisasi yang meliputi pengenalan dasar hidroponik, berbagai sistem hidroponik sederhana, pemilihan nutrisi, dan penanganan hama penyakit. Para mahasiswa juga mempraktikkan secara langsung perakitan instalasi hidroponik sederhana menggunakan barang-barang bekas.
Antusiasme warga terlihat jelas.Salah satu warga Desa Bojong Pandan yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan tentang pengetahuan baru yang mereka dapatkan setelah KKM 48 mensosialisasikan hal ini.
“Sangat menarik sekali, saya jadi tahu kalau menanam sayuran itu tidak harus punya kebun luas. Dengan hidroponik, di pekarangan rumah pun bisa,” pungkasnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Ita Rosita Wahyiah, menyatakan kebanggaannya terhadap mahasiswa KKM Kelompok 68 yang berhasil menerapkan ilmu mereka untuk meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian Desa Bojong Pandan melalui sosialisasi hidroponik.
“Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan, saya bangga melihat bagaimana mahasiswa Kelompok 68 berhasil mengaplikasikan ilmu mereka di lapangan. Kegiatan sosialisasi hidroponik ini bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Bojong Pandan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang tak ternilai bagi para mahasiswa,” tuturnya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan keluarga di Desa Bojong Pandan dan membuka peluang pengembangan usaha kecil menengah (UKM) berbasis hidroponik.
Program ini menjadi contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat dan mengatasi permasalahan pertanian di Indonesia. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi perguruan tinggi lain untuk lebih aktif terlibat dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program yang inovatif dan berdampak positif.***




