BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 91 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar kegiatan edukasi seni bertema lingkungan dengan memperkenalkan teknik ecoprint kepada siswa-siswi SDN Cerukcuk 1, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten pada Rabu, 30 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja KKM 91 UNIBA dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dasar dan pelestarian lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung meriah pada Rabu pagi ini mendapat sambutan antusias dari para siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan teori mengenai ecoprint, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung proses pembuatannya.
Ecoprint sendiri merupakan teknik mencetak pola alami dari dedaunan, bunga, dan tumbuhan lainnya ke permukaan kain tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Selain menghasilkan karya seni yang menarik, ecoprint juga mengandung nilai edukatif yang tinggi karena mengajarkan pentingnya mengenal, menjaga, dan memanfaatkan alam secara bijak.
Sebelum praktik dimulai, para mahasiswa KKM 91 memberikan penjelasan tentang sejarah ecoprint, manfaatnya, serta langkah-langkah dalam proses pembuatannya. Anak-anak kemudian diajak untuk mencari daun dan bunga di sekitar lingkungan sekolah yang akan digunakan sebagai bahan cetak alami.
Setelah itu, mereka menyusun pola di atas kain putih, menutupnya, dan mengetuk dengan palu kayu hingga warna dan bentuk dari dedaunan berpindah ke kain.Hasilnya adalah kain bermotif alam yang unik dan berwarna-warni, hasil karya mereka sendiri.
Penanggung Jawab Bidang Pendidikan KKM 91 UNIBA, Zahra, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggabungkan edukasi seni dan lingkungan dalam suasana belajar yang menyenangkan. Ia menekankan bahwa penting untuk mengenalkan seni kreatif yang ramah lingkungan sejak usia dini agar generasi muda tumbuh dengan kepedulian terhadap alam dan mampu mengekspresikan diri secara positif.
“Kegiatan ini Penting untuk mengenalkan seni kreatif ramah lingkungan sejak usia dini agar generasi muda tumbuh dengan kepedulian terhadap alam dan mampu mengekspresikan diri secara positif,” tegas Zahra.
Kepala SDN Cerukcuk 1, H. UMARO, S.Pd, memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKM 91 UNIBA atas inisiatif kegiatan ini. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas yang dikemas secara kreatif seperti ini mampu menumbuhkan semangat belajar dan kreativitas siswa. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak di wilayah desa.
“Pembelajaran di luar kelas yang dikemas kreatif seperti ini mampu menumbuhkan semangat belajar dan kreativitas siswa,” ungkapnya.
Kegiatan ecoprint ini ditutup dengan sesi refleksi singkat, di mana para siswa menunjukkan hasil karya mereka sambil berbagi pengalaman selama proses pembelajaran. Mahasiswa KKM 91 juga memberikan cinderamata sederhana kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas kerja sama yang terjalin dengan baik.
Melalui kegiatan ini, KKM 91 UNIBA berharap dapat meninggalkan kesan positif bagi siswa-siswi SDN Cerukcuk 1 serta menginspirasi mereka untuk terus berkarya dan mencintai alam. Ecoprint bukan hanya menjadi media seni, tetapi juga jembatan untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini.**




