BANTENCORNER.COM- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 93 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pemberdayaan ekonomi desa melalui kegiatan penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa, 1 Juli 2025.
Fokus utama kegiatan ini adalah mengembangkan potensi lokal dengan membantu salah satu UMKM unggulan di desa tersebut yang memproduksi aneka cemilan khas, dengan merek “Cemilan Bu Bay”.
Mahasiswa KKM 93 UNIBA berperan aktif dalam membantu proses digital branding produk, termasuk pembuatan logo, pemilihan nama merek yang khas dan mudah dikenali, hingga strategi pemasaran secara daring (online marketing).
Langkah strategis ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan daya saing produk lokal agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di wilayah Desa Lempuyang, tetapi juga ke tingkat regional dan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memberikan pendampingan berupa pelatihan pemasaran digital, pengemasan produk yang menarik, serta mendaftarkan lokasi UMKM ke platform Google Maps untuk memudahkan pelanggan dalam menemukan lokasi produksi secara online.
Kegiatan ini disambut antusias oleh pemilik UMKM dan masyarakat setempat.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKM. Sekarang produk kami punya nama dan logo, bahkan bisa ditemukan di internet. Ini sangat membantu untuk memperluas penjualan,” ujar ibu Bay, pemilik UMKM Cemilan.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan konsep pentingnya identitas merek (brand identity) sebagai kunci pemasaran jangka panjang. Mereka merancang logo sederhana namun representatif, mendokumentasikan proses produksi agar bisa menjadi bahan promosi visual di berbagai platform digital seperti Instagram, WhatsApp Business, dan Google Maps.
“Tujuan utama kami adalah memastikan UMKM lokal bisa naik kelas. Dengan digital branding dan pemanfaatan teknologi sederhana, kami ingin membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha kecil seperti Bu Bay untuk berkembang,” ujar salah satu anggota KKM 93 UNIBA.
Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi UMKM, tetapi juga menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa tentang bagaimana teori-teori kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan bisa diterapkan secara nyata di masyarakat.
Desa Lempuyang sendiri memiliki potensi ekonomi lokal yang besar namun belum sepenuhnya tereksplorasi.
Melalui kegiatan KKM ini, diharapkan menjadi titik awal sinergi berkelanjutan antara pihak akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa untuk bersama-sama membangun kemandirian ekonomi.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa KKM 93 Universitas Bina Bangsa berhasil memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi desa, sekaligus menjadi agen perubahan yang mendorong kemajuan UMKM lokal secara berkelanjutan.***




