BANTENCORNER.COM – Guna mendorong adaptasi teknologi di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa kelompok 79 menggagas program pembuatan dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Desa Gabus, Banten pada Senin, 18 Agustus 2025.

Inisiatif ini bertujuan untuk memfasilitasi transaksi digital bagi UMKM, salah satunya adalah toko minuman Kaffepret, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan pasar.

QRIS, sebagai standar kode QR pembayaran nasional, memungkinkan para pelaku UMKM untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran digital hanya dengan satu kode QR. Langkah ini diharapkan dapat menyederhanakan proses transaksi dan memberikan kemudahan bagi konsumen, sekaligus mendorong inklusi keuangan di tingkat lokal.

Ikko Alfaryzy, ketua kelompok KKM 79 Universitas Bina Bangsa, menyampaikan harapannya agar para pelaku UMKM di Desa Gabus dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi

“Kami berharap dengan adanya QRIS, para pelaku UMKM di Desa Gabus dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan daya saing mereka di era digital dan membuka peluang penjualan yang lebih luas,” katanya.

Di sisi lain, Wildan, pemilik UMKM Kaffepret, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini.

“Dengan adanya QRIS, saya sangat berharap penjualan dapat meningkat karena memudahkan proses pembayaran bagi pelanggan. Ini adalah inovasi yang sangat membantu kami,” ujarnya.

Program ini tidak hanya mencakup pembuatan QRIS, tetapi juga sosialisasi mengenai manfaat QRIS bagi UMKM, pendampingan dalam proses pendaftaran, serta pemasangan QRIS di setiap lokasi usaha UMKM yang menjadi mitra program. Mahasiswa KKM juga memberikan pelatihan singkat mengenai cara penggunaan dan pengelolaan transaksi melalui QRIS.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pelaku UMKM Desa Gabus. Mereka menilai bahwa QRIS memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan mengurangi ketergantungan pada uang tunai. Selain itu, QRIS juga dianggap lebih aman dan efisien dalam pengelolaan keuangan usaha.

Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM di Desa Gabus dapat semakin berkembang dan berdaya saing di era digital. Universitas Bina Bangsa melalui program KKM-nya terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan perekonomian lokal.***

Leave A Reply

Exit mobile version