BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKM) kelompok 36 turut serta dalam upaya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin, 18 Agustus 2025 dengan menghadirkan produk camilan inovatif GURISA dan minuman segar JELLY MOO.
Camilan emping tradisional kini hadir dengan sentuhan modern melalui berbagai varian rasa yang menarik minat lintas generasi. Pengelola UMKM menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk menjaga popularitas emping sebagai camilan favorit masyarakat.
“Kami ingin emping tetap menjadi camilan favorit masyarakat, tapi dengan sentuhan rasa baru yang lebih kekinian,” ujarnya.
Ia menambahkan, Emping “GURISA” kini tersedia dalam rasa pedas manis, stroberi, jagung bakar, dan original.
Minuman segar JELLY MOO hadir sebagai pelengkap camilan, menawarkan sensasi baru bagi konsumen dengan bola jeli di dalamnya. Kombinasi camilan dan minuman ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi konsumen.
Alya, yang terlibat dalam program pengembangan UMKM, menekankan pentingnya inovasi produk dalam meningkatkan daya saing usaha lokal. Ia menyampaikan bahwa UMKM harus mampu mengikuti tren konsumen modern tanpa meninggalkan kualitas cita rasa tradisional.
“Dengan pengemasan menarik, varian rasa, dan inovasi produk minuman, kami berharap GURISA dan JELLY MOO bisa diterima oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa,” kata Alya.
Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pelaku UMKM dan memperkuat ekonomi lokal.
Selain inovasi rasa, para pelaku usaha juga mendapatkan pelatihan mengenai strategi pemasaran digital, branding, dan manajemen keuangan sederhana. Pelatihan ini bertujuan agar UMKM tidak hanya mampu memproduksi produk yang diminati, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas melalui media digital.
Dengan adanya inovasi camilan dan minuman kekinian ini, masyarakat Desa Kertasana optimis bahwa produk lokal dapat bersaing di tingkat nasional. Dukungan dari mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam mengembangkan usaha kreatif yang tetap mempertahankan identitas kuliner khas Pandeglang. ***




