BANTENCORNER.COM – Universitas Bina Bangsa (UNIBA), melalui Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 36, sukses menggelar lokakarya pemberdayaan masyarakat di Balai Desa Kertasana pada tanggal 18 Agustus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam bidang keterampilan praktis dan pengembangan usaha lokal.
Ketua KKM Kelompok 36, Raisa Adelio, menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang rutin dilakukan UNIBA setiap tahunnya. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Raisa menyampaikan harapannya agar masyarakat mendapatkan pengetahuan baru yang dapat diterapkan langsung, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi.
“Melalui lokakarya ini, kami ingin masyarakat mendapatkan pengetahuan baru yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Acara yang dihadiri puluhan warga dari berbagai usia ini menyajikan sesi interaktif yang mudah dipahami, mulai dari pelatihan keterampilan praktis hingga manajemen usaha mikro. Selain mahasiswa, pihak desa juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
Kepala Desa Kertasana menyatakan bahwa kolaborasi antara akademisi dan warga desa penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Ia menilai lokakarya UNIBA mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan desa serta memberikan energi positif bagi warga.
“Program seperti ini sangat bermanfaat karena memberi wawasan baru dan ide-ide inovatif bagi warga desa. Kehadiran mahasiswa UNIBA memberikan energi positif yang kami butuhkan,” kata Kepala Desa Kertasana.

Mahasiswa peserta KKM pun mendapatkan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan masyarakat dan memahami kebutuhan lokal. Pihak UNIBA menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan kegiatan KKM sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat, serta berharap model lokakarya serupa dapat diterapkan di desa-desa lain di seluruh Indonesia.***