SERANG – Pertandingan antara Persija Jakarta melawan Dewa United yang akan digelar di Stadion Banten International (BIS), Serang, pada 29 Agustus 2025, dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Keputusan ini menjadi sebuah catatan penting bagi kita semua bahwa Provinsi Banten belum sepenuhnya siap menyelenggarakan kegiatan olahraga sebesar Liga 1 Nasional.
Mantan Presiden Mahasiswa Attbieq fahmi menyampaikan, Sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, melainkan juga tentang kesiapan manajemen acara, pengelolaan stadion, hingga keterlibatan publik. Tanpa penonton, atmosfer kompetisi kehilangan ruh utamanya: dukungan langsung dari suporter. Hal ini merugikan semangat sportivitas, juga mengurangi manfaat ekonomi, sosial, dan kebanggaan daerah yang seharusnya hadir melalui even sebesar Liga 1.
“Stadion Banten International dengan kapasitas 30 ribu kursi adalah salah satu ikon baru Provinsi Banten. Namun fakta pertandingan besar harus digelar tanpa penonton menunjukkan bahwa infrastruktur megah saja tidak cukup—perlu dukungan sistem penyelenggaraan, kesiapan komunitas olahraga, dan manajemen kompetisi yang lebih matang.” Lanjut fahmi.
Lanjut fahmi, Kami mengajak seluruh pihak di Banten, mulai dari pemangku kepentingan olahraga, komunitas, hingga masyarakat umum, untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama. Apakah Banten benar-benar siap menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional dan internasional, atau masih perlu banyak pembenahan.
“Kehadiran Liga 1 di Banten seharusnya menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan potensi daerah, bukan justru menimbulkan pertanyaan soal kesiapan”. Tutup fahmi




