BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 36 bersama warga Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, melaksanakan kegiatan pembuatan petunjuk arah pada Rabu, 06 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memberikan kemudahan bagi pendatang yang ingin berkunjung ke desa tersebut.
Sejak pagi, mahasiswa dan warga terlihat bahu-membahu memasang papan penunjuk arah di beberapa titik strategis desa. Papan tersebut menunjukkan lokasi fasilitas umum seperti balai desa, sekolah, masjid, serta akses jalan menuju kampung-kampung sekitar. Inisiatif ini mendapat sambutan baik dari masyarakat yang menilai petunjuk arah sangat dibutuhkan.
Kepala Desa Kertasana menilai kegiatan ini sebagai kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan desa. Ia menyebut bahwa kehadiran petunjuk arah akan sangat membantu, terutama bagi tamu yang kerap kesulitan menemukan lokasi.
“Kami merasa terbantu dengan adanya papan penunjuk arah ini. Selain memperindah desa, juga memudahkan orang luar untuk mengenal wilayah kami,” katanya.
Menurut Adelior sebagai Ketua KKM kelompok 36 menjelaskan bahwa pembuatan petunjuk arah merupakan salah satu program kerja yang dirancang sejak awal penempatan mereka di Desa Kertasana. Menurutnya, program ini lahir dari hasil diskusi dengan warga yang menginginkan adanya tanda-tanda jalan permanen.
“Melalui papan penunjuk arah, kami ingin memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Harapannya, ini bisa dipelihara dan dimanfaatkan dalam waktu lama,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Bapa Udin sebagai warga desa kertasana mengungkapkan rasa syukur atas inisiatif tersebut. Ia mengatakan bahwa sebelumnya banyak pendatang yang kebingungan saat mencari lokasi tertentu, terutama fasilitas umum.
“Sekarang kalau ada tamu atau keluarga dari luar, mereka tidak perlu bertanya berkali-kali. Tinggal ikuti petunjuk arah yang sudah dipasang,” tuturnya.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemasangan papan penunjuk arah, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat. Proses pengecatan, penulisan, hingga pemasangan dilakukan bersama-sama dengan suasana gotong royong. Hal tersebut mencerminkan semangat partisipasi yang kuat dalam membangun desa.
Melalui program ini, mahasiswa KKM kelompok 36 berharap dapat meninggalkan jejak positif yang bermanfaat bagi Desa Kertasana. Warga pun mengapresiasi langkah tersebut sebagai upaya sederhana namun berdampak besar dalam meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan desa.***







