Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Kolaborasi DPR RI dan BRIN, Gelar Edukasi Deteksi Dini Gangguan Mental Remaja

    5 Mei 2026

    Diguyur Hujan, Kasat Intelkam Polresta Serang Kota AKP Tatang Kawal Aksi Mahasiswa Secara Humanis, Aman dan Kondusif

    5 Mei 2026

    Stop Corat-coret dan Konvoi! Dindikbud Serang Dorong Perayaan Kelulusan yang Lebih Positif

    4 Mei 2026

    Adde Rosi Khoerunnisa Dampingi Menteri Wihaji di Lebak: Wujudkan Keluarga Sehat dan Hunian Layak

    3 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»EKBIS»Mamang Sayur Group, UMKM Kader Ansor Cipocok Jaya yang Mendunia

    Mamang Sayur Group, UMKM Kader Ansor Cipocok Jaya yang Mendunia

    Imam Tantowi2 September 20253 Mins Read EKBIS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, seorang kader Ansor dari Kecamatan Cipocok Jaya, Awaludin, berhasil membuktikan bahwa usaha kecil menengah (UMKM) bisa menjadi penopang kemandirian ekonomi. Melalui usahanya bernama Mamang Sayur Group (MSG), ia merintis bisnis sayuran sejak 2014 dan kini dipercaya sebagai pemasok kebutuhan dapur hotel, restoran, hingga instansi strategis nasional.

    Nama MSG sendiri bukan sekadar singkatan dari “Mamang Sayur Group”. Bagi Awaludin, ada makna filosofis di baliknya.

    “Mamang di Banten itu identik dengan kyai yang memanggil santri, sedangkan ‘sayur’ saya maknai sebagai singkatan dari santri yang munjur,” jelasnya.

    Latar belakang pesantren membuatnya ingin membawa nilai kesabaran, keikhlasan, dan keberkahan ke dalam usaha yang ia tekuni.

    Awaludin mengaku pilihan berjualan sayuran bukan tanpa alasan. Selain karena sayuran merupakan kebutuhan pokok, usaha ini juga merupakan warisan keluarga yang sudah turun-temurun. Jika ayah dan kakeknya berdagang di pasar induk, maka ia memilih memperluas usaha dengan menjadi pemasok sayuran berkualitas ke berbagai sektor.

    Langkahnya terbukti tepat. Beberapa hotel ternama di Kota Serang kini rutin memesan kebutuhan dapur dari MSG. Awalnya, ia hanya menjual ke masyarakat umum. Namun ketika ada peluang memasok ke hotel, ia memberanikan diri menawarkan produk dari pintu ke pintu.

    “Dari situ saya melihat peluang besar menjadi supplier. Alhamdulillah, MSG makin dipercaya,” tuturnya.

    Tagline “Quality of Order Priority” menjadi prinsip utama dalam bisnisnya. MSG melakukan sortir ketat hingga tiga kali sebelum barang sampai ke tangan pelanggan. Hal ini untuk memastikan kualitas sayur, buah, hingga bahan dapur lainnya tetap segar dan sesuai standar hotel maupun restoran.

    Tidak hanya mengandalkan petani lokal, Awaludin juga membina kelompok tani bernama Sahabat Mamang Sayur. Setiap pekan, mereka rutin mengadakan pertemuan untuk berbagi pengalaman, mengatasi masalah hama, hingga berdiskusi soal pemupukan. Bahkan, ia kerap menghadirkan distributor pupuk untuk memberikan edukasi langsung kepada petani binaannya.

    Meski sempat mencoba pemasaran online, Awaludin mengakui tantangannya cukup besar. Banyak karyawan yang masih gagap teknologi, sehingga saat ini pemasaran lebih difokuskan secara offline.

    “Tapi ke depan saya tetap berharap bisa mengembangkan platform digital agar produk MSG lebih mudah diakses,” ujarnya.

    Cakupan bisnis MSG kini semakin luas. Selain hotel dan restoran, mereka juga menyuplai kebutuhan katering, kafe, bahkan dapur gizi nasional. Pada April lalu, MSG resmi menjadi pemasok di salah satu dapur gizi strategis nasional di Kota Serang. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Awaludin sebagai kader Ansor yang ikut serta memperkuat ketahanan pangan bangsa.

    Awaludin juga tidak menutup diri terhadap pasar internasional. Ia pernah mendapat permintaan ekspor dari Filipina dan Jepang, meski terkendala perizinan dan pengiriman. Untuk sementara, ia menitipkan produknya ke saudaranya di Arab Saudi agar bisa dipasarkan di luar negeri. Menurutnya, ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus terus diupayakan.

    Produk MSG pun semakin beragam. Selain sayuran segar, mereka menjual buah-buahan, daging ayam, daging sapi, frozen food, bumbu dapur, hingga camilan seperti keripik sayur. Inovasi keripik sayur sendiri terinspirasi dari anaknya yang kurang menyukai sayuran. Dengan dibuat gurih, anak-anak jadi lebih mudah menikmati gizi dari sayuran.

    Ke depan, Awaludin menargetkan bisa membuka outlet Food and Beverages (F&B) dengan konsep healthy cafe. Menurutnya, gaya hidup anak muda yang suka makanan manis harus diimbangi dengan pilihan sehat seperti minuman tradisional kunyit asem atau olahan sehat lainnya.

    “Saya ingin menciptakan kafe kesehatan yang bisa jadi solusi gaya hidup modern,” ungkapnya penuh optimis.

    Sebagai kader Ansor, Awaludin menegaskan bahwa berwirausaha juga bagian dari pengabdian. Baginya, kemandirian ekonomi umat sangat penting untuk memperkuat peran organisasi dan masyarakat.

    “Pesantren mengajarkan kita mandiri. Dari sanalah saya belajar bahwa usaha ini bukan sekadar mencari untung, tapi juga membangun keberkahan,” pungkasnya.

    Ansor Ekonomi Sayur UMKM Usaha

    Related Posts

    NEWS

    Green Jobs Fest 2026 Dorong Anak Muda Garap Peluang Ekonomi Hijau Lokal

    17 April 2026
    NEWS

    Ramadhan Pride II 2026 Jadi Momentum Kebersamaan dan Konsolidasi Kader Ansor Banten

    14 Maret 2026
    NEWS

    Ansor Banten Luncurkan Posko Mudik 2026, Siap Layani Pemudik di Wilayah Banten

    14 Maret 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    ARTIKEL 21 Januari 2025

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    Peran Banten dalam Penyebaran Islam di Jawa dan Sumatera

    Peran Kesultanan Banten dalam Sejarah Perdagangan di Asia Tenggara

    Legenda Rakyat Kisah Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari

    Recent Post

    Kepala Dindikbud Kota Serang Tegaskan Peringatan Harus Bermakna: Tak Hanya Refleksi, Tapi Bangun Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

    2 Mei 2026

    Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

    1 Mei 2026

    Komitmen Kuat Majukan Pendidikan, Bonnie Triyana Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    30 April 2026

    Adde Rosi: Pengurus Kecamatan Adalah Ujung Tombak

    30 April 2026

    Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Pertama

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.