BANTENCORNER.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) menyerukan agar Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Serang ke-499 dijadikan momentum krusial untuk merefleksikan dan memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, serta lingkungan yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.
BEM Uniba menilai bahwa slogan “Serang Bahagia” yang selama ini digaungkan oleh pemerintah daerah belum sepenuhnya terwujud di lapangan. Berbagai permasalahan mendasar seperti tingkat pengangguran yang tinggi, pencemaran lingkungan yang mengkhawatirkan, serta infrastruktur pendidikan yang belum memadai masih menjadi persoalan serius yang dihadapi masyarakat Kabupaten Serang.
”Usia 499 tahun seharusnya bukan hanya sekadar angka, melainkan menjadi titik balik bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan hanya sekadar narasi kosong yang tidak memiliki dampak nyata,” tegas perwakilan BEM Uniba pada 08 Oktober 2025.
BEM Uniba menyoroti beberapa persoalan utama yang masih menjadi perhatian serius, di antaranya adalah tingginya angka pengangguran di Kabupaten Serang, meskipun wilayah ini memiliki banyak kawasan industri. Praktik percaloan tenaga kerja yang marak terjadi di kawasan industri, seperti yang terjadi di PT Nikomas Gemilang dan PT Indonesia Nippon Seiki, dinilai telah mencederai keadilan bagi masyarakat lokal yang seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan.
Selain itu, BEM Uniba juga menyoroti krisis lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran sungai Ciujung serta temuan zat radioaktif Cesium-137 di Kawasan Industri Cikande Modern yang berpotensi mengancam keselamatan warga. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan di Kabupaten Serang masih belum optimal dan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Keterbatasan sarana pendidikan, terutama di daerah-daerah pelosok, juga menjadi sorotan BEM Uniba. Kasus seperti atap rusak di SMP Negeri 2 Cikeusal menjadi bukti nyata bahwa perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan masih sangat minim. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan suatu daerah.
Tidak hanya itu, BEM Uniba juga menyoroti buruknya kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah, seperti ruas jalan Cigedung–Mancak yang masih belum layak untuk dilalui. Kondisi ini tentu sangat menghambat aktivitas masyarakat dan mengganggu perekonomian daerah.
Melalui keterangan yang diterima awak media, BEM Uniba menyampaikan sepuluh tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Serang, di antaranya adalah menindak tegas praktik percaloan tenaga kerja dan mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal, menyelesaikan kasus pencemaran sungai Ciujung dan menangani temuan zat radioaktif di kawasan industri, mempercepat renovasi fasilitas pendidikan yang tidak layak, serta melakukan perbaikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah kabupaten.
BEM Uniba berharap agar HUT Kabupaten Serang ke-499 tidak hanya menjadi sekadar perayaan seremonial yang bersifat rutin, tetapi menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan perubahan nyata menuju kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Serang.***







